Monday, January 23, 2012

#FF senyuman pagi

Selamat pagi, Sayang...

Pagi ini aku terbangun dengan senyum merekah, Sayang. Aku tau, kau masih saja mencintaiku, bukan? Dan itu lagi-lagi. Lalu berlanjut lagi. Hingga pagi lagi. Aku juga tau, hal terindah di dunia ini adalah dicintai olehmu. Apalagi? Ah, iya, dicumbui oleh bau khas tubuhmu juga indah. Sangat indah bahkan. Seperti saat itu. Kau merengkuhku erat dalam pelukmu. Menenggelamkan wajahmu pada leherku. Ah, indah.
Sayang, aku yakin kau tau, setelah lama kita saling berpagut, lalu kita berayun dalam. Itu adalah masa aku percaya sepenuhnya pada dirimu. Katamu, cinta adalah saling percaya, dan aku percaya denganmu. Percaya dengan segala cerita abstrak kita. Lalu apalagi? Aku terus mencintaimu juga hingga tetes-tetes embun pagi mengering mungkin.
Ah, iya, semalam itu indah ya, Sayang? Kita menari saling bercumbu dengan malam di bawah gerimis. Lebih tepatnya di bawah temaram lampu jalan. Kau tau itu sukaku. Dan, kita tenggelam dalam tarian. Bibir kita bertemu, sedikit mencecap. Aku menyukainya. Aku tau, kau juga.

Lalu pagi ini aku menemukanmu di sampingku. Lelap dengan mimpi panjang kita. Rasanya aku tak ingin membuyarkan mimpi-mimpi yang terajut manis dalam imajimu. Seperti rambut ikalmu yang terajut rapi di dekatku. Bau sampo kemarin pagi masih tercium, Sayang. Aku menyukainya. Menyukai saat menyisir perlahan dengan jemariku. Sangat perlahan karena aku takut kau terbangun.
Dan, sampai pada hitungan sepuluh aku menyisir ikalmu, matamu mengerjap-ngerjap. Lalu tersenyum. Pagi yang indah, kan, Sayang? Seperti biasa aku mengecupmu lagi dan lagi seolah aku takut kehilanganmu. Dan, kau membalasnya. Lalu beranjak.

"Aku mau menemui suamiku." katamu.
Post a Comment