Skip to main content

#opini Aturan main di dunia maya

Judul tulisan tersebut mengingatkan saya pada teman yang menuliskan komentarnya mengenai hal persis  yang akan saya beberkan berikut ini. Mengenai aturan main di dunia maya. Isi postingan berikut hampir sama halnya dengan pre-novel saya yang tinggal menghitung hari tuntas dan semoga diterima di sisi sang editor, amin *istighotsah :p*

Saya mengenal dunia maya barangkali sejak SD kelas 6, saat itu saya hanya menggunakan fasilitas MIRC dan memang hanya sebatas itu kemampuan saya ndeso pek. Beranjak SMA, saya mulai mengenal friendster. Bisa dikatakan saat itu saya addict banget sama fs ini. Lalu beranjak pada blogfacebook, twitter, plurk, buku cinta dan masih banyak lagi *lupa kebanyakan akun soalnya :p* awal mengenal aneka rupa sosial media ini saya gak pernah punya pikiran untuk beramah tamah, bersopan santun, dan menjaga sikap. Saya berpikir bahwa dunia maya hanyalah semu, gak nyata dan oke saja jika kita mau marah-marah, mengutuk siapapun, dan whatever you did. Toh, itu kan akun milik saya pribadi.

Lambat laun, seiring usia bertambah, bertepatan dengan saya membaca postingan teman dekat yang mengatakan bahwa dunia maya juga mempunyai aturan karena kita gak main-main sendiri di dunia maya tersebut. Iya, pikiran saya waktu itu setuju sekali. Memang benar, di dunia maya kita gak bermain-main sendiri, ada teman, saudara, relasi, dan guru bahkan. Kurang lebih setahun lalu saya membaca postingan tersebut dan sukses mempengaruhi pikiran saya. Saya sering kali berpikir dulu kalau mau sekedar bercuap-cuap meski pada kenyataannya, sangat amat susah dijalankan. Terbukti, terhitung beberapa bulan, minggu, atau bahkan hari yang lalu saya masih ngomel-ngomel di dunia maya. Padahal, saya juga tau dan mikir, emangnya dunia maya bisa apa? bisa nuntasin masalah kita? bisa nuntasin jengkelnya kita sama teman, saudara, orangtua, relasi, dan segala tetek bengek dunia nyata? enggak! 

Iya, dunia maya gak bakalan bisa nuntasin masalah kita kok kalau masalah kita dishare di sosmed tersebut. Tapi, kan ada teman-teman dunia maya dan nyata yang baca tweet, tret, status, atau apapun itu milik kita dan barangkali bisa bantu kita? Memang ada, dan gak sedikit dari mereka yang akan membantumu. Tapi, apa iya dengan begitu masalah kamu akan terselesaikan dengan baik? Masalah yang kita share itu gak jarang adalah aib kita sendiri kalau ini sih saya cukup sering juga mengumbarnya (okok). Bukankah itu sama aja cari perhatian ya?  serius, saya juga sering caper di dunia maya ntar bisa juga ujung-ujungnya jadi berantem kalau lagi ada masalah bareng teman yang juga punya sosmed. Duh, beneran gak enak berantem di dunia maya itu, guys. Diliatin banyak orang. Kebayang dong seberapa matangnya usia kita kalau kita berantem, sewot-sewotan di dunia nyata, eh ini di dunia maya yang memungkinkan banyak orang meski bukan teman kita buat negokin laman kita (okok).

Iya-iya, jadi mesti kudu gimana dong? kalau saya sih, serius lagi meminimalisir bentuk amarah saya yang biasa dan sering kelempar di muka umum via sosmed. Susah? banget! gimana enggak, wong saya biasa meluapkan isi hati di depan khalayak umum, ini malah ditahan. Demi kemaslahatan umat dan harga diri, dimulai dengan niat insyaallah bisa kok. Saya yakin itu. Untungnya, saya cukup sering nengokin blog sama laman profil idola saya. Di sana, meski dia jarang posting-tweeting tapi sekalinya ngepos selalu bikin saya manggut-manggut. Seperti halnya bagaimana cara kita mensyukuri tiap jengkal nikmat di tiap detik hidup kita. Dalam postingannya juga tersirat isi bahwa sebaiknya kita jangan mudah terpancing amarah, apalagi jika itu melalui postingan seseorang yang berujung unfollow, block, unfriend, dan teman-temannya. Menyenangkan mempunyai idola yang kita kenal dan selalu memberikan hal baik tanpa ada niatan menggurui *tipikal diri saya banget, suka diingatkan tapi gak menggurui :)*

Hal lain yang membuat saya berpikir adalah, memahami jika semisal saya melamar kerja entah di perusahaan manapun dan diharapkan mencantumkan laman profil apapun, saya percaya bahwa laman profil itu berpengaruh terhadap masa depan saya. Tak hanya itu, katakanlah ada seseorang yang tengah menarget saya untuk dijadikan pasangan, tapi berhubung saya menunjukkan gelagat dan tingkah yang kurang baik, bisa jadi kemungkinan terburuk itu akan terjadi. Iya, meski susah, saya akan terus berusaha untuk memperbaiki keseharian saya pada dunia maya-nyata.

Jadi, kalau saya boleh menarik kesimpulan, bijaklah bermain-main di dunia maya. Mereka mendekatkatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat. Percayalah bahwa tak ada yang menandingi teman-teman di dunia nyata, apapun itu bentuknya. Untuk itulah silakan kopdar! #eh :)).

Bukan saya menggurui, tapi saya mengingatkan diri saya untuk memperbaiki diri, biar gak mere-mere di lapak umum, kasian yang baca juga. So, saling mengingatkan ya :).

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…