Skip to main content

#trip Karimun Jawa 15-19 Mei 2012 #1

15-19 Mei 2012, berawal dari pikiran nafsu pengen jalan-jalan ke pantai, tapi gak pernah berhasil nyari temen, akhirnya bergabunglah saya dengan sekumpulan teman-teman si mas yang gila dan sakit jiwa dari program S2 HI Unair. Rencana perjalanan terebut sudah matang direncanakan sejak dua bulan sebelumnya, begitupun saya, tanpa pikir panjang langsung sepakat mengiyakan untuk bergabung dengan si mas, Agung, Bu Nora, Cici, Lukman, dan Nia (temen SMP saya). Ongkos perjalanan untuk paket travel 4H3M yang kami ambil sebesar Rp 600 ribu. Jauh lebih mahal dibandingkan dengan beaya yang tertera di web resmi Karimun Jawa tapi yasudahlah yang penting berangkat dan bersenang-senang :D.

Mempunyai teman perjalanan yang asyik, menyenangkan, dan gokil cukuplah membuat perjalanan menuju gugusan Pulau Karimun Jawa semakin heboh dan gila. Bayangkan saja jika perjalanan wajar dari Surabaya-Jepara cukup ditempuh dalam kurun waktu 6-7 jam dengan bus patas, kami melewatinya dengan 8 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi. Alasannya? Sempat berhenti, nyasar, dan kebanyakan bercanda, padahal si sopir nyetirnya kayak kesetanan :p. Kami berangkat dari Surabaya pukul 21.15 WIS (Waktu Indonesia bagian Surabaya) dan sampai Pelabuhan Kartini Jepara tepat pukul 05.15 WIJ (Waktu Indonesia bagian Jepara). Total perjalanan darat Surabaya-Jepara 8 jam tepat.

Sesampai di Pelabuhan Kartini Jepara kami langsung sholat subuh di masjid dekat pelabuhan dilanjutkan dengan sarapan yang super duper terlalu pagi bagi saya. Kondisi masjid dan pelabuhan pagi itu ramai, maklum pemberangkatan kapal yang akan membawa kami pagi-pagi sekali, pukul 8.00 WIJ (Waktu Indonesia bagian Jepara). Setelah sarapan, menitipkan mobil, dan berkemas, kami langsung menuju kapal KMP Muria, kapal fery ekonomi dengan waktu tempuh sekitar 6-7 jam perjalanan. 

KMP Muria, ekonomi Jepara-Karimun Jawa

Isi dan tempat duduk KMP Muria abaikan model terdepan :p

Karcis KMP Muria
Menikmati 6 jam perjalanan bohong banget kalau bilang menikmati :p di atas kapal cukup membuat kami mati kutu dibuatnya. Bayangkan saja 6 jam tanpa kegiatan apapun selain foto, ngemil, ngobrol, dan tidur. Sumpah demi apapun itu kegiatan membosankan sekali berlebihan. Seperti biasanya kita diperlakukan dan memperlakukan waktu, jadwal pemberangkatan kapal yang semula pukul 8 teng pun mundur 20 menit. Otomatis perjalanan kami terhitung mulai jam 8.20-14.40. Lumayan bikin pantat tepos, sodara! berlebihan lagi. Total perjalanan laut Jepara-Karimun Jawa 6 jam 20 menit.

Selamat Datang di Karimun Jawa! :D

16 Mei 2012
Sampai di pelabuhan Karimun Jawa kami disambut gugusan pulau-pulau yang Subhanallah eksotis sekali rupa-rupanya, serius membangkitkan gairah kami untuk buru-buru nyebur. Tapi rencana nyebur itu pastilah ditahan, karena jadwal kami untuk bersnorkling ria baru keesokan harinya. Jadwal kami hari itu hanya check in, bersih diri, menikmati sunset dan ngopi santai di lapangan bola kalau kata warga Karimun, namanya alun-alun yang ada di dekat dermaga dengan para pedagang yang berjejer rapi.

Rupa penginapan kami, Griya Vina

Sunset di dermaga Karimun Jawa

17 Mei 2012
This is it!! Hari yang paling kami tunggu-tunggu. Pagi hari setelah sholat subuh dan bersih diri bagi yang gak malas mandi pagi-pagi :p, kami berjalan pagi santai di sekitar perkampungan dan dermaga Karimun untuk sekedar berfoto-foto sebelum akhirnya bersiap-siap untuk snorkling di Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Kecil, Pulau Cemara Besar, dan Tanjung Gelam.

Foto pagi-pagi menikmati sunrise
Pulau Menjangan Kecil
Pagi itu rencana kami seharian adalah berlayar dan bersnorkling di Karimun bagian Barat. Di bagian Barat Karimun, ombak relatif tenang, perjalanan pun aman lancar dan terkendali. Bersama dengan rombongan travel dari Semarang dan Jakarta, kami menyelam, snorkling, dan foto-foto underwater tentunya :D
Tak hanya di Pulau Menjangan Kecil, hampir di semua pulau yang ada di gugusan kepulauan Karimun Jawa setiap kapal bersandar dikenakan beaya sebesar Rp 20 ribu. Tapi, jika kita, per orang, ingin bersandar di Pulau Menjangan Kecil per orangnya dikenakan beaya Rp 25 ribu. Hal ini disebabkan bahwa hampir seluruh pulau yang ada di kepulauan Karimun Jawa telah dijual di Pemda setempat. Entah pada warga lokal Indonesia ataupun Mancanegara.

Hyak, mas Sholeh ikut nampang juga :))

Pulau Cemara Kecil
Selesai di Pulau Menjangan Kecil, kami beralih ke Pulau Cemara Kecil buat isi perut. Disana, pihak travel menyediakan ikan segar untuk dibakar dan makan di tempat. Gak cuman bakar-bakar ikan, kami juga sempat foto-foto di Pulau Cemara Kecil yang berbeda dengan Pulau Menjangan Kecil.

Bakar-bakar

Mas Suryadi, Lab.Metalurgi UI nampang :))


Mayat hidup :p
Pulau Cemara Besar
Sudah makan, sudah kenyang, lanjut snorkling lagi di Pulau Cemara Besar yang letaknya tak jauh dari Pulau Cemara Kecil. Memang istimewa, masing-masing pulau di sini gak ada satupun yang sama satu sama lain. Kalaupun sama, pasti beda dikit :p. Di sini, bentuk terumbu karangnya lebih eksotis dan kebanyakan masih muda, jadi gampang rusak kalau diinjak iyalah dudul.

Eksotis

Bagus

Subhanallah

Keren

Cantik :)))))

Tanjung Gelam
Selesai bersnorkling, pasti lapar lagi kan yaa? untuk itulah tujuan terakhir trip bahari kami hari kedua adalah Tanjung Gelam, disana ada banyak warung-warung yang jual mi instan, kopi, degan, gorengan, dan teman-temannya. Sembari menenangkan pikiran lah, emang sedari tadi belum tenang apa ya? :)) kami juga foto-foto, sedikit. Sebenarnya, di Tanjung Gelam sampai sunset, tapi kami keburu bosan, ingat belum sholat juga alim :p.

Malamnya, disinilah naluri kewanitaan saya muncul. Selepas bersih diri, sholat, dan makan malam, kami  diajakin jalan-jalan ke toko souvenir yang serius bikin saya gelap mata, borong sana-sini :)). Bukannya sok atau apa ya, tapi emang kapan lagi bisa hura-hura begitu (haha). Bahkan, saya dan Nia pun sempat ke ATM BRI *ATM satu-satunya yang ada di Karimun* buat ambil uang dan balik lagi ke toko, demi!! :)))) Barangkali karena kami rakus melihat oleh-oleh, sampai ditinggal rombongan pun kami cuek, yang penting belanja :p. Sesampai di penginapan, para lelaki menyebut kami berdua sebagai ratu belanja! keren kaaaaan? :ppp.

Udah dulu deh yaa posting trip hari keduanya, besok lanjut lagi :D

Comments

rizkianto said…
viewnya bagus yes (yay)
Atiqoh Hasan said…
ke sana mon, ndang ambil cuti *cuti thok ae* (haha)
Aianamie said…
ambil cuti mon, honeymoon karo tik :))
Atiqoh Hasan said…
cuti mon, kita honeymoon! #eh :)))
rizkianto said…
cuti nikahnya seminggu loh *dibahas*
Atiqoh Hasan said…
asik asik *diterusno*

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…