Friday, September 28, 2012

Mendua

Kamu pernah tahu apa arti mendua? Setahuku, mendua selalu identik dengan hal negatif. Padahal, setelah kujalani sendiri, mendua justru menyenangkan.
Sebentar, jangan berasumsi bahwa aku penganut paham poliandri atau poligami. Bukan demikian maksudku. Aku hanya ingin menggambarkan bahwa mendua tidak selalu berarti negatif.
Bayangkan saja, aku merasakannya. Sejak dua puluh tiga tahun lalu. Kurasa mendua yang dilakukan oleh seseorang yang kusebut ibu itu sangat berdasar. Yep, sangat berdasar.
Ibuku bahkan menduakan aku demi adik-adikku dan kakakku. Lalu, apa aku marah? Tidak sama sekali.
Karena aku tahu, cinta ibu memang seharusnya dibagi rata untukku, adik, kakak, dan ayahku. Beliau mendua.
Itu cinta ibu pada keluarga kami. Dan kurasa cinta ibu di seluruh dunia juga sama. Dibagi-bagi dengan porsi yang sama. Mendua demi pembagian porsi cinta yang sama untuk keluarganya.
Jadi, siapa bilang, mendua selalu negatif? Siapa bilang mendua tak selalu indah? Siapa bilang mendua itu berat sehingga membatasi kemampuan kita?
Buktinya, ibuku bisa. Ibumu bagaimana?

Post a Comment