Sunday, October 7, 2012

City tour: Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Berawal dari pertanyaan impulsif (selalu!) hari ini mau ke mana? Aku lantas sms Tere untuk city tour lagi ke beberapa daerah yang langsung disetujui olehnya. Berbekal peta dari HoS, kami pun sepakat memulai perjalanan city tour ke Monumen Kapal Selam (Monkasel) atau Submarine Monument.
Terletak di jantung kota Surabaya, tepatnya di sisi Kali Mas dan mal Surabaya Plasa, Monkasel berdiri. Sedikit cerita tentang kapal selam jenis Pasopati 401. Kapal selam ini adalah kapal selam buatan Rusia tahun 1952 yang kemudian dibeli oleh Indonesia sepuluh tahun kemudian untuk pembebasan Irian Barat (1962). Berturut-turut, kapal selam ini digunakan pada konflik Timur-Timur pada 1975, operasi perairan Indonesia pada 1989, dan berakhir penonaktifan penggunaan pada 1990.
Kapal selam ini dulunya digunakan untuk memperkuat Armatim TNI AL Indonesia yang banyak dipusatkan di Surabaya. Di bagian dalam kapal selam terdapat lima ruangan yang terdiri dari:
Ruang satu berisi torpedo dan selongsongnya (ruang persenjataan),
Ruang dua terdiri dari kamar perwira Kapten Pel. Sigitjoto Soedirdjo dan beberapa tempat tidur ABK,
Ruang tiga berisi ruang kemudi dengan periskop,
Ruang empat terdiri dari dapur, meja makan, dan beberapa tempat tidur ABK,
Ruang lima berisi mesin diesel yang digunakan selama kapal selam berada di permukaan dan baterai selama berada di bawah permukaan.
Melengkapi Monkasel, di sisi belakang monumen terdapat ruang pemutaran video Rama yang berisi sejarah kapal selam. Video ini diputar setiap satu jam sekali, mulai pukul 9-21 dengan durasi perpemutaran 20 menit. Tak hanya itu, di sekitar monumen juga terdapat arena bermain anak dan bangku-bangku di tepi bantaran Kali Mas.
Untuk masuk ke Monkasel, Anda diperlukan membayar tiket sebesar Rp 5.000 sudah termasuk video Rama. Berikut ini, dokumentasi pribadi yang didapat dari kamera ponsel.






Post a Comment