Skip to main content

City tour: Monumen Tugu Pahlawan (Montupa)

Jumat kemarin, setelah ngerencanain buat jalan-jalan (dan selalu kutolak; jobless sok sibuk :p), akhirnya cusslah aku bareng teman yang kenal di Pare dan sedang nyungsep di Surabaya kota tercintaku *halah*. Nggak berapa lama deal berangkat jam 9, si Tere --temen lab zaman kuliah-- sms kalau pingin jalan-jalan. Yasud, barenglah kita jadi bertiga. Rencananya, kami mau ke Tugu Pahlawan aja. Tapi, dasar aku sukanya impulsif, langsung aja bilang sekalian ke House of Sampoerna :D.
1. Tugu Pahlawan
Didirikan pada 10 November 1951, Tugu Pahlawan merupakan monumen perjuangan yang digunakan untuk memperingati perjuangan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Di monumen ini juga ada museum Sepuluh November dimana keberadaannya digunakan untuk memperkuat keberadaan Tugu Pahlawan yang menyimpan lukisan, diorama, dan peralatan perang arek Suroboyo yang diprakarsai oleh Bung Tomo.
Tepatnya, di lantai satu digunakan sebagai pameran 10 patung yang melambangkan semangat perjuangan rakyat Surabaya, orasi, dan koleksi peninggalan Bung Tomo. Sementara di lantai dua diginakan sebagai ruang pameran senjata, foto-foto, dan dokumenter. Selain itu juga ada ruang diorama yang menyajikan delapan peristiwa penting di sekitar tanggal 10 November 1945 lengkap dengan narasinya (sumber: katalog wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan perubahan berdasarkan kondisi terakhir).
Di bagian taman, ada beberapa patung yang terdiri dari gubernur Jawa Timur dan Walikota Surabaya pertama. Juga, mobil hitam yang digunakan Bung Tomo di zaman itu.
Monumen ini diresmikan oleh Ir. Soekarno setahun berikutnya. Tepatnya pada 10 November 1952. Untuk masuk ke museum yang terdiri dari dua lantai ini, Anda hanya diperlukan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000. Biasanya, Tugu Pahlawan ramai dikunjungi oleh anak-anak sekolah untuk field trip atau study tour.
Menariknya, jika Anda berkunjung pada hari Minggu pagi, monumen ini akan penuh dengan pedagang kaki lima yang mengelilingi atau berada di jalanan sekitar Tugu Pahlawan. Yang dijual pun beragam. Anda tertarik dengan kuliner khas Surabaya semanggi? Anda bisa menemukannya di sini. Hanya membayar Rp 3.000-5.000 maka Anda akan menikmati sepincuk semanggi yang enak.
Mengenai letaknya, Tugu Pahlawan terletak di tengah jalan Pahlawan dan berada tepat di depan kantor Gubernur Jawa Timur. Tepatnya, terletak di Kecamatan Bubutan, Surabaya. Berikut ini, terlampir dokumentasi pribadi.

                 








    




Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…