Sunday, October 28, 2012

Nostalgia: Kue Putu

Ada yang tahu kue Putu? Jajanan tradisional yang memikat pecinta kuliner dengan warna yang aduhai indahnya, hijau! :p

Terbuat dari tepung beras dan ketan yang digiling bersama, adonan ini lantas dimasukkan ke dalam bilik bambu yang sudah dipotong-potong--dimampatkan. Jika sudah terisi separuh, gula merah yang digiling dimasukkan lalu ditutup kembali dengan adonan kue. Sekilas, tak ada yang istimewa. Tapi, begitu bilik-bilik bambu dikukus di atas kotak biskuit berisi air (yang telah dilubangi di beberapa tempat), baru terlihat istimewa dan khas.

Istimewanya sederhana saja. Ketika bilik bambu tersebut ditumpuk di atas kotak berisi air mendidih, bunyi khas pun keluar, uwuwuwuwu (kira-kira demikian :p). Bunyi inilah yang menjadi khas bagi penjaja kue tradisional yang biasa menjajakan jajanannya dengan gerobak dorong atau panggul.

Biasa disajikan dengan kelapa parut, perbuahnya Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 500. Rasa enak, empuk dengan lelehan gula merah, membuat kue Putu ini banyak diminati. Untuk kemasan, seperti kue tradisional lainnya, kue Putu juga dibungkus dengan menggunakan kertas. Berikut dokumentasi kue Putu yang mulai jarang ditemukan.




Post a Comment