Skip to main content

One last cry

Aku pernah menyimpan rasa begitu dalam pada seorang perempuan yang pertama kali kukenal. Kenal, lalu memutuskan untuk jatuh cinta. Biasanya, banyak orang bijak memutuskan untuk jatuh cinta setelah bisa paham bahwa konsekuensinya adalah dua; jatuh atau terbang semakin tinggi.
Sayangnya, keputusan untuk jatuh cinta itu seperti orang bijak tak.bisa kulakukan. Aku mengenalnya, mencintainya diam-diam, lalu mendoakannya di malam panjang. Begitu setiap harinya doaku berulang hingga empat tahun lamanya.
Jika banyak orang memiliki cinta yang besar untuk menjemputnya, orang terkasih, maka aku hanya memiliki harapan bersama doa yang rutin kupanjatkan agar ia baik selalu. Masalah cintaku besar atai tidak, hanya aku dan Tuhan yang tahu. Kalau kau ingin tahu, maka taksirlah cinta yang terajut setiap malamnya bersama untaian doa. Taksir, seberapa besar cinta yang terkandung di dalamnya. Maka, sebesar itulah aku mencintanya, dalam diam.
Hingga di sebuah malam panjang aku mengenalnya, ketika kuputuskan untuk menjemputnya, kabar mengejutkan itu meruntuhkan segala harapanku. Berbalik, berganti dengan segala daya runtuh.
Sebuah berita menggoncang jiwa juga batin ketika aku menemukan sebuah surat permohonan maaf sekaligus ucapan perpisahan.
"Kamu tidak akan pernah mengerti betapa aku menyimpan rasa yang begitu dalam padamu. Bertahun-tahun kupanjatkan doa untuk segala kebaikanmu. Sayangnya kamu bergeming. Hingga pada tahap aku menyembuhkan lukaku sendiri, luka pada hati yang menganga, sekaligus menyadarkanku akan arti cinta yang kuberikan padamu. Bahwa, cinta kita tidak akan bisa bersatu."
Aku membaca lamat-lamat deretan kalimat yang ia tuliskan. Pada ujungnya, aku menemukan satu kalimat yang menyadarkanku akan arti kesalahan juga kehilangan. Maka, saat itu juga mataku meleleh. Mengalir deras bersamaan dengan penyesalan. Satu kalimat di ujung itu; dari Linda untuk Meta. Mungkin, cinta yang salah ini akan membawaku pada 'One last cry'. Tapi, entah kapan waktunya tiba.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…