Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2012

Kuliner: Varian Hiu

Makan-makaaaan! Meh, semacam hobi kayaknya :p apalagi kalau gratisan (gyay)Jadi ceritanya kapan hari belum makan siang. Maka diajaklah aku buat makan siang ke salah satu warung yang punya spesial menu khusus hiu. HIU! Yes, kalian nggak salah baca kok, emang beneran hiu. Iya, ikan hiu yang buas dan bertaring dengan harga sirip selangit itu. Kebetulan, warungnya baru open house 4 hari, jadiiii makan-makan beberapa menu gratis deh :p. Ada kebab, steak, rujak, bumbu rica-rica, sate, dan beberapa menu lain *lali pek :p*. Yang teteuuup, bahannya hiu. Buat rasa, lumayan sih yaa, secara bumbunya sama kayak makanan biasa. Tapi rasanya... Kenyal! Emang karakteristik dagingnya begitu sih.Pas main-main ke dapur, ternyata pengolahan dagingnya beda, loh. Daging hiu mempunyai karakteristik bau amis, sehingga diperlukan cara untuk menghilangkannya. Kalau daging kambing dan yang lain dibersihkan dengan air perasan jeruk nipis, maka perlakuan daging hiu berbeda. Siapkan air mendidih dan siramkan pada d…

Kuliner: Es Jembatan Merah

Surabaya terkenal dengan wisata sejarah. Nggak heran minuman pun masih bernuansa sejarah. Menemukan jenis minuman unik di kafe HoS--a Cafe-- minuman ini cukup menggoyang lidah. Ciyusan loh ini qaqa.
Namanya minuman Es Jembatan Merah, campuran antara jus nanas, soda, dan sirup strawberry. Rasanya yang asem-asem unik, ciyus bikin nagih. Kalau mampir di mari, sempetin aja coba es Jembatan Merah. Segelas dipatok Rp 25.000 mihil yaa sayangnya buat ukuran kantong kuli semacamku yang super perhitungan :p. Mending, kalau kalian ngerasa sama seperti yang kurasakan, bikin sendiri aja di rumah. Toh, bahannya gampang didapat *mukeluhematapapelittiiiiqqq :p*
Oh, iya, itu sedotan dilipat karena kafenya eksotis tapiiii ada lalatnya, huahahaha, kalah emperan :))

Kuliner: Bebek H. Slamet

Nggak mungkin ada yang nggak tahu bebek asli Solo ini. Ya, kan? Tapiiii... Boleh lah aku review sikik tentang rasa bebek dengan lambang ijo ini.Terakhir ke Bebek H. Slamet kalau nggak salah hari Sabtu kemarin. Setengah ngantuk *kayaknya ngantuk melulu deh aku :p* aku pesan Bebek Kremes yang kurasa lebih mirip dengan Bebek Sarang, secara kremesnya menyelimuti selurih bagian bebek. Dithitili, kremesnya teteup aja rasa kremes :p tapi digoreng garing banget. Terus, kalau dicocol sambal korek, nggggg... Di sini aku mikir, kok asinnya pakai banget nget nget? Berhubung aku nggak suka sama asin dan manis yang keterlaluan, maka porsi bebek nggak kuhabisin dong. Bukan mubazir, tapi kalau dipaksa trus vomit kan nggak lucu juga.Sebelumnya, aku beberapa kali coba bebek varian lain, tapi teteup punya H. Slamet. Pas itu pilih yang original, digoreng biasa aja. Rasanya, jauh lebih oke. Bumbunya merasuk hingga tulang terakhir *ha?* dan nggak asin. Sambal korek emang asin pedas ya, tapi kalau bebeknya …

City Tour: Taman Hiburan Remaja (Rakyat)

Ini jalan-jalan dadakan yang sebenarnya malas pangkat lima buat ikut. Tapi, berhubung acara jalan-jalan ke luar kota yang udah direncanain keluarga selama long weekend kugagalkan, jadi aku merasa bertanggungjawab buat ngajak muter-muter dalam kota kemanaaa gitu, sebagai gantinya. Meski begitu masuk mobil langsung menggelepar, tidur. Akhirnya, kuusulkan buat ke THR (Taman Hiburan Remaja).
Terletak di jalan Kusuma Bangsa 112-114 Surabaya, kehadiran THR ini mestinya membanggakan kota. Bayangpun, THR berdiri jauh sebelum Jatim Park dan kawan-kawan ada. Bisa dibilang, THR adalah arena bermain favorit di era 90-an selain wahana bermain Delta Plasa lt. 5. Sayangnya, menurut pantauanku *pret* banyak kekurangan yang ada di THR dan membuat wisata ini sepi pengunjung. Paling ramai hanya pas weekend atau ada acara lomba antar sekolah saja, pengunjungnya pada lari ke Batu. Ini ciyus, karena aku pernah mengalami :p.
Kekurangan-kekurangan itu mestinya dibenahi ya. Misalkan keberadaan tempat sampa…

City Tour: Monumen Gubernur Suryo

Terletak tepat di depan Grahadi, patung Gubernur Suryo berada. Seperti yang kita tahu, Gubernur Suryo adalah gubernur pertama di Jawa Timur. Ia terkenal berkat tindakan tegasnya yang menolak kehadiran penjajah setelah kemerdekaan. Bahkan, ia bersumpah bahwa lebih baik mati terhina atau hancur dibandingkan mendapatkan jajahan kembali.
Untuk mengenang jasanya, dibuatlah monumen Gubernur Suryo yang diresmikan tanggal 10 November 1979 oleh Gubernur Soenandar Poejosoedarmo. Berikut penampakan monumen Gubernur Suryo yang kudatangi masih dalam serangkaian acara minggat --dan kebetulan ditemani cung; sekalian nostalgia kalau dulu pernah nunggu seseorang di taman Apsari, Minggu pagi, beberapa bulan lalu *malah curhat :p*




Opini: Hari Pahlawan

Selamat hari pahlawan! Telat 2 hari nggak papalah ya :pEniwei, bincang pahlawan, apa sih arti pahlawan menurutmu? Jelas, pahlawan zaman dulu, sekarang, dan masa depan pasti berubah. Tapi, boleh dong ya, kasih pandangan, argumen, opini tentang pahlawan menurut kalian? :pKalau menurut hemat saya *bahasanya :))* pahlawan adalah orang yang berguna untuk dirinya sendiri, juga orang lain. Singkatnya, pahlawan itu berguna bagi banyak orang dan lingkungan sekitar, lalu membawa efek besar di masa mendatang. Nggak percaya? 2 orang nominator Bung Tomo Awards 2012 berhasil kutemui dan keduanya adalah pemenang dari 3. Satu pahlawan lingkungan, satu lagi pahlawan bidang pendidikan. Kalau kalian tahu, keduanya tinggal di rumah sederhana. Apalagi pak Husain (pejuang pendidikan anak jalanan) yang juga seorang pemulung sekaligus mantan narapidana 8x masuk hotel prodeo. Nggak jauh beda dengan pak Husain, pak Sony (pejuang lingkungan/ mangrove) juga demikian. Banyak yang tidak menyukai aksinya, tapi beli…

Kuliner: Sirup Bogem, Mangrove

Beberapa hari lalu aku ke Bozem Wonorejo, tempat ekosistem mangrove berada. Bukan untuk ekowisata, apalagi wisata massal, aku ke sana karena kerja :)). Bertemu dengan peraih Bung Tomo Awards 2012 dalam bidang lingkungan adalah tujuan dari tugasku hari itu. Pak Sony Mochson namanya.Di rumah sederhananya, kami dijamu minuman berwarna putih keruh rasa manis, sirup mangrove. Kebetulan, waktu kami ke sana bertepatan dengan kedatangan 2 anggota MUI yang tengah melakukan pengecekan/ sidak bahan dan proses pembuatan sirup mangrove ini. Sayang, proses ini nggak bisa diliput, siembaknya nggak mau --dan katanya nggak boleh. Padahal, lumayan kan kalau masyarakat tahu prosesnya, ya. Singkat cerita, Pak Sony mendaftarkan sirup hasil buatan petani binaan beliau. Sebenarnya, banyak yang mau disertifikasikan, semisal dodol, jenang, beras, dan lupa! Zzz :/. Tapi Pak Sony pilih sirupnya aja, sisanya nunggu biaya selanjutnya.Selesai kerja, kami diberi 3 botol sirup Bogem dari buah Sonneratia sp. Rasanya …

Trip: Kebun Teh PTPN XII, Wonosari, Lawang

Masih dalam rangkaian minggat, tujuan hari berikutnya adalah kebun teh Wonosari, Lawang, Malang. Sebenarnya, aku sudah beberapa kali ke tempat ini. Gimana, nggak? Dulu OJT sebulan :)). Tapi, beda masa, beda keadaan ya. Kalau dulu OJT tanpa tahu macam-macam hal yang berhubungan dengan harga dan segala yang berhubungan dengan materi, maka kali ini beda. Statusnya turis soalnya :p. Sebenarnya--lagi-- aku ke sini karena dapat undangan nikah anak dari salah satu karyawan PTPN XII dan berhubung momennya tepat --dengan kondisi minggat-- jadi berangkatlah aku bareng teman seperjuangan masa OJT.Well, untuk mencapai kebun teh Wonosari, Lawang, Malang, Anda tidak perlu bingung. Dari Surabaya, Anda bisa memilih jenis angkutan umum seperti bis atau kereta api. Untuk bis biasa, siapkan Rp 10.000; patas, Rp 20.000; dan kereta api, Rp 4.000. Perbandingannya jauh banget, ya? Tapi, kalau mau fleksibel, mending pakai bis. Satu, karena waktunya bisa kapan saja. Dua, karena kalau weekend stasiun dan keret…

City Tour: Makam dr Soetomo

City tour ini sudah hampir tiga minggu lalu, saat aku minggat dari rumah, memutuskan untuk jalan-jalan dan baru sempat menuliskan di sini :)).
Bagi sebagian besar warga Surabaya, aku yakin pasti tahu di mana letak makam dokter pertama di Indonesia sekaligus pahlawan nasional, dr Soetomo. Yes, ada di jalan Bubutan. Terletak persis di sisi SMK dan gereja kuno yang keduanya aku lupa namanya apa *zzz :/* makam dr Soetomo dijaga oleh 2 penjaga, Bu Murti dan Pak X *zzz, lupa lagi :/*
Makam dr Soetomo ini mulai dibangun dan diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1961. Sedangkan monumen yang dipesan di Akademi Seni Rupa Jogjakarta ini diresmikan pada 31 Mei 1980 oleh walikotamadya kepala daerah tingkat 2, Mulyadi Djoyomartono. Yang menarik dari komplek bangunan makam ini adalah dibangun oleh putra-putri bangsa, tanpa semen, hanya kapur dan batu saja. Jika berkenan, bisa dibuktikan dengan datang di gedung PMI Bubutan yang masih satu komplek, kapurnya menyerpih. Dari bangunan asli,…