Friday, November 9, 2012

City Tour: Makam dr Soetomo

City tour ini sudah hampir tiga minggu lalu, saat aku minggat dari rumah, memutuskan untuk jalan-jalan dan baru sempat menuliskan di sini :)).
Bagi sebagian besar warga Surabaya, aku yakin pasti tahu di mana letak makam dokter pertama di Indonesia sekaligus pahlawan nasional, dr Soetomo. Yes, ada di jalan Bubutan. Terletak persis di sisi SMK dan gereja kuno yang keduanya aku lupa namanya apa *zzz :/* makam dr Soetomo dijaga oleh 2 penjaga, Bu Murti dan Pak X *zzz, lupa lagi :/*
Makam dr Soetomo ini mulai dibangun dan diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1961. Sedangkan monumen yang dipesan di Akademi Seni Rupa Jogjakarta ini diresmikan pada 31 Mei 1980 oleh walikotamadya kepala daerah tingkat 2, Mulyadi Djoyomartono. Yang menarik dari komplek bangunan makam ini adalah dibangun oleh putra-putri bangsa, tanpa semen, hanya kapur dan batu saja. Jika berkenan, bisa dibuktikan dengan datang di gedung PMI Bubutan yang masih satu komplek, kapurnya menyerpih. Dari bangunan asli, gedung dan makam ini sempat dipugar pada masa gubernur Imam Utomo tahun 2001 lantaran banjir yang kerap menggenang.
Sebagai pahlawan pergerakan, setiap tanggal 20 Mei diperingati upacara hari Kebangkitan Nasional di makam dr Soetomojam 1 siang. Sedangkan setiap tanggal 30 Juli ada tumpengan untuk memperingati hari lahir pendiri NIAS. Yang lucu, saat berkunjung, aku ditanya siapa pendiri Unair dan nggak tahu. Padahal, Unair dulunya adalah NIAS itu sendiri. Artinya, pendiri Unair adalah dr Soetomo #ngeeek :)).
Untuk masuk makam ini, Anda tidak dipungut biaya apapun. Hanya dianjurkan menulis nama, tanda tangan, dan Anda akan mendapatkan rilis seluk beluk perjuangan dr Soetomo selama hidupnya. Komplit, di dalam rilis penuh dengan kegiatan medis dan kiprah dr Soetomo dikancah perpolitikan. Oh, iya, letak makam ini juga tepat bersisian dengan Penerbit Penjebar Semangat, majalah bahasa Jawa mingguan yang terbit hingga luar negeri, sampai sekarang. Berikut dokumentasi pribadi di makam pahlawan dr Soetomo.





Post a Comment