Skip to main content

City Tour: Makam dr Soetomo

City tour ini sudah hampir tiga minggu lalu, saat aku minggat dari rumah, memutuskan untuk jalan-jalan dan baru sempat menuliskan di sini :)).
Bagi sebagian besar warga Surabaya, aku yakin pasti tahu di mana letak makam dokter pertama di Indonesia sekaligus pahlawan nasional, dr Soetomo. Yes, ada di jalan Bubutan. Terletak persis di sisi SMK dan gereja kuno yang keduanya aku lupa namanya apa *zzz :/* makam dr Soetomo dijaga oleh 2 penjaga, Bu Murti dan Pak X *zzz, lupa lagi :/*
Makam dr Soetomo ini mulai dibangun dan diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1961. Sedangkan monumen yang dipesan di Akademi Seni Rupa Jogjakarta ini diresmikan pada 31 Mei 1980 oleh walikotamadya kepala daerah tingkat 2, Mulyadi Djoyomartono. Yang menarik dari komplek bangunan makam ini adalah dibangun oleh putra-putri bangsa, tanpa semen, hanya kapur dan batu saja. Jika berkenan, bisa dibuktikan dengan datang di gedung PMI Bubutan yang masih satu komplek, kapurnya menyerpih. Dari bangunan asli, gedung dan makam ini sempat dipugar pada masa gubernur Imam Utomo tahun 2001 lantaran banjir yang kerap menggenang.
Sebagai pahlawan pergerakan, setiap tanggal 20 Mei diperingati upacara hari Kebangkitan Nasional di makam dr Soetomojam 1 siang. Sedangkan setiap tanggal 30 Juli ada tumpengan untuk memperingati hari lahir pendiri NIAS. Yang lucu, saat berkunjung, aku ditanya siapa pendiri Unair dan nggak tahu. Padahal, Unair dulunya adalah NIAS itu sendiri. Artinya, pendiri Unair adalah dr Soetomo #ngeeek :)).
Untuk masuk makam ini, Anda tidak dipungut biaya apapun. Hanya dianjurkan menulis nama, tanda tangan, dan Anda akan mendapatkan rilis seluk beluk perjuangan dr Soetomo selama hidupnya. Komplit, di dalam rilis penuh dengan kegiatan medis dan kiprah dr Soetomo dikancah perpolitikan. Oh, iya, letak makam ini juga tepat bersisian dengan Penerbit Penjebar Semangat, majalah bahasa Jawa mingguan yang terbit hingga luar negeri, sampai sekarang. Berikut dokumentasi pribadi di makam pahlawan dr Soetomo.





Comments

cahayamalam said…
ada aku ada aku ada aku. bwahahahaha *ngakak genderuwo*
Atiqoh Hasan said…
tapi sing ndelok kudu meyeng2 disek, cung :)))

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…