Skip to main content

Kuliner: Sirup Bogem, Mangrove

Beberapa hari lalu aku ke Bozem Wonorejo, tempat ekosistem mangrove berada. Bukan untuk ekowisata, apalagi wisata massal, aku ke sana karena kerja :)). Bertemu dengan peraih Bung Tomo Awards 2012 dalam bidang lingkungan adalah tujuan dari tugasku hari itu. Pak Sony Mochson namanya.

Di rumah sederhananya, kami dijamu minuman berwarna putih keruh rasa manis, sirup mangrove. Kebetulan, waktu kami ke sana bertepatan dengan kedatangan 2 anggota MUI yang tengah melakukan pengecekan/ sidak bahan dan proses pembuatan sirup mangrove ini. Sayang, proses ini nggak bisa diliput, siembaknya nggak mau --dan katanya nggak boleh. Padahal, lumayan kan kalau masyarakat tahu prosesnya, ya.

Singkat cerita, Pak Sony mendaftarkan sirup hasil buatan petani binaan beliau. Sebenarnya, banyak yang mau disertifikasikan, semisal dodol, jenang, beras, dan lupa! Zzz :/. Tapi Pak Sony pilih sirupnya aja, sisanya nunggu biaya selanjutnya.

Selesai kerja, kami diberi 3 botol sirup Bogem dari buah Sonneratia sp. Rasanya yang manis cukuplah disandingkan dengan rasa sirup Cocopandan merk terkenal *perbandingannya pakai rasa dan merk yang terkenal ya meski rasanya nggak sama :p* sirup Bogem ini diproduksi sejak tahun 2004 oleh petani mangrove. Kalau penasaran dengan rasanya, bentar lagi bakal diproduksi massal. Tapiii... Kalau nggak mau ketinggalan incip-incip rasanya, tanam mangrove boleh juga. Dan, kalau nggak bisa dan sempet *aku juga nggak bisa :p*, minimal buang sampah di tempat sampah lah yaa, biar nggak penuh sampah itu sekitar mangrove. Jaga lingkungan juga *malah kampanye :)))* Berikut penampakan sirupnya deh :p.


Comments

Anonymous said…
Good..aku boleh icip g..kan katanya tika dikasih 3 botol sample..
Bagii dunk hehee..
-ook'06-

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…