Skip to main content

Kuliner: Pecel Bu Kus

Well, siapa, sih, arek Suroboyo yang nggak kenal sama kuliner ini? Pecel Madiun yang khas dan bolak/i masuk tivi itu, pasti tahulah ya. Nah, pagi ini, berhubung jadwal kepetan pagiku cancel dengan posisi perut laper belum keisi nasi dari kemarin (tapi keisi jajanan (lol)) yasudlah, makan dulu.

Pagi-pagi, perut lapar, dan pengen jalan-jalan, akhirnya aku pilih Pecel Bu Kus. Kurang lebih satu jam menuju agenda berikutnya, lumayanlah ya.

Menu andalan di depot Bu Kus ini apalagi kalau bukan pecel? Jadi, langsung aja aku pesan Pecel, ayam goreng, plus Es Beras Kencur. Berhubung belum pernah makan di tempat ya, jadi kurang tahu seperti apa porsinya. Biasanya dapat bungkusan, sih :p. Dan, pas pesanan datang... Jreng! Itu nasi porsi siapa coba, heh? Segambreng. Belum lagi peyeknya yang banyak. Pengen nangis rasanya lihat porsinya. Belum lagi Es Beras Kencurnya sebotol gitu. Pfft.

Tapi, berhubung ingat harganya, dipaksa masuk jugalah nasi-nasi nggak berdosa itu meski ujung-ujungnya nggak habis juga (okok). Oh, iya harganya lumayan (deskripsikan sendiri ya lumayan apa maksudnya :p) dari Rp 2.500-30.000, itu untuk makanan, belum lauknya yang berkisar antara Rp 2.500-18.000. Untuk minuman, dari Rp 1.000-10.000 lumayan, kan?

Sementara rasa... Lumayan, sih. Masih enak pecel langganan dekat rumah. Sayuran isinya juga beragam, kangkung, toge, lamtoro, sama ada tempe bumbu dipptong kecil-kecil kayaknya. Lidahku mati rasa! :)). Untuk bumbunya, kental tapi kurang, sih ya menurutku. Gampang mengering soalnya *yaiyalah*. Kalau penasaran sama rasanya, mending datang aja deh ke Depot Pecel Bu Kus di Jl. Barata Jaya XX/ 110 Surabaya. Buka dari pukul 6.00-21.00. Selamat menikmati!





Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…