Skip to main content

Kuliner: Lontong Kupang

Baiklah, setelah seeekian lama saya hibernasi dari dunia perblogan, malam ini saya kembali setelah buka-buka galeri foto di hape kacrut yang penuh dengan foto geje. So, kali ini saya mau bahas makanan khas kota tercinta saya yang juga jadi makanan favorit, Lontong Kupang.

Nama Kupang diambil dari komposisi utama Lontong Kupang itu sendiri. Kupang (Mytilus edilus) adalah hewan laut yang masuk dalam filum Mollusca atau hewan lunak kelas Bivalvia atau bercangkang dua. Umumnya, kupang hidup di dalam lumpur di perairan air asin atau laut. Yes, namanya juga hidup di lumpur ya, otomatis Anda kudu waspada dengan makanan enak ini. Why? Sebab, di dalam lumpur ada kandungan logam berat seperti merkuri, juga kotoran maupun limbah yang bercampur-baur menjadi satu di lautan. Bisa dibayangkan betapa 'kotornya' lautan yang bercampur dengan limbah-limbah itu, kan? Belum lagi dengan kupang yang justru hidup di dasar laut. Byangkan coba betapa 'kotornya' makanan enak ini? :p

Saya tidak sedang bercanda (hahaha, siapa bilang juga? :p) karena pada dasarnya saya suka makanan ini (nggak ada yang nanya juga :p). Tapi, guys, warning itu nggak hanya berlaku pada kupang saja. Karena semua jenis makanan laut ya begitu juga. Tapi yang menjadi perhatian khusus memang jenis kerang-kerangan atau Bivalvia, sih. Bahkan, dihimbau banget, bagi bumil menghindari makanan ini. Tahu kenapa? Karena ngefekk banget buat janin yang dikandungnya. Nggak percaya? Saya, sih, meskipun belum pernah nyoba dan jangan sampai nyoba begitu ya, percaya aja. Sebab, pernah ada kasus yang bukan disebabkan oleh kupang atau makanan laut, tapi oleh polusi motor dan mobil yang menimpa seorang bapak. Si bapak ini kerjanya di bengkel yang otomatis memaksanya untuk terus menghirup racun dan polusi dari asap kendaraan ya. Di dalamnya ada jenis logam berat juga. Nah, di sinilah kejadian bermula. Keseharian si bapak ini menurun pada anaknya. Anaknya autis dan cenderung cacat. Kenapa bisa? Ya, karena kandungan logam berat yang memengaruhi otak dan fungsi organ lain. Sama persis dengan efek terlalu banyak makan makanan laut tanpa dibarengi dengan hati-hati. Makanya, ketika makan makanan laut, ada anjuran minum air kelapa. Katanya, bisa menyeimbangkan kadar ion dalam tubuh.

Well, itu sekilas tentang kupang dan teman-temannya ya. Tapi, yang jelas, Lontong Kupang ini adalah makanan yang enak pakai banget. Disajikan dengan lontong, petis udang, kupang, suwiran lento, dan biasanya ditambah sate kerang, makanan ini cocok banget disantap di segala suasana. Apalagi pas laper. Waaah, pasti rakus! *curhaaaat :))*

Eniwei, makanan ini khas Surabaya, tapi ada juga bilang punya Sidoarjo. Entah mana yang benar. Yang jelas, yang perlu diperhatikan, Lontong Kupang yang fresh dan sisa hari-hari sebelumnya bisa ditengarai, loh. Ya, sebagai konsumen, kudu cerdas, tho? Jangan pedagangnya yang kecerdasannya menjauhi kita :p. Jadi, kalau kalian menjumpai Lontong Kupang dengan kupang yang besar, putih, dan terlihat segar, berarti itu adalah kupang yang baru didapat dari laut. Berbeda dengan kupang yang sudah dimasak berhari-hari, warnanya pasti menghitam dan kusut. Nggak percaya? Ini ada buktinya. Rasanya juga beda. Alasannya simpel, sih. Kuahnya itu meresap ke kupang, makanya warnanya menghitam dan jadi kusut.

Lontong Kupang fresh, enak, dan nagih! :))


Lontong Kupang lama, rasanya nggak segar lagi, dan bikin pengen cepet-cepet kelar makan.


Jadi, bagaimana? Tertarik buak nyicip makanan enak tapi 'berbahaya' ini? :p. Harganya bisa dikatakan bersahabat di kantong. Cuma 7-10 ribu rupiah perporsi, belum termasuk Sate Kerang. Biasanya, dijual di dekat Pantai Kenjeran, dekat jembatan layang Sidoarjo, deretan Nginden, dan gerobak dorong keliling rumah. Asalkan makan nggak berlebihan, Insyaallah aman yaaa :D. Selamat mencicipi.

Comments

Anonymous said…
ga ada yang enak keliatannya ?
Atiqoh Hasan said…
ada om, adaaa!! iiih, cobain duluuu.

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…