Friday, March 29, 2013

Kuliner: Lontong Kupang

Baiklah, setelah seeekian lama saya hibernasi dari dunia perblogan, malam ini saya kembali setelah buka-buka galeri foto di hape kacrut yang penuh dengan foto geje. So, kali ini saya mau bahas makanan khas kota tercinta saya yang juga jadi makanan favorit, Lontong Kupang.

Nama Kupang diambil dari komposisi utama Lontong Kupang itu sendiri. Kupang (Mytilus edilus) adalah hewan laut yang masuk dalam filum Mollusca atau hewan lunak kelas Bivalvia atau bercangkang dua. Umumnya, kupang hidup di dalam lumpur di perairan air asin atau laut. Yes, namanya juga hidup di lumpur ya, otomatis Anda kudu waspada dengan makanan enak ini. Why? Sebab, di dalam lumpur ada kandungan logam berat seperti merkuri, juga kotoran maupun limbah yang bercampur-baur menjadi satu di lautan. Bisa dibayangkan betapa 'kotornya' lautan yang bercampur dengan limbah-limbah itu, kan? Belum lagi dengan kupang yang justru hidup di dasar laut. Byangkan coba betapa 'kotornya' makanan enak ini? :p

Saya tidak sedang bercanda (hahaha, siapa bilang juga? :p) karena pada dasarnya saya suka makanan ini (nggak ada yang nanya juga :p). Tapi, guys, warning itu nggak hanya berlaku pada kupang saja. Karena semua jenis makanan laut ya begitu juga. Tapi yang menjadi perhatian khusus memang jenis kerang-kerangan atau Bivalvia, sih. Bahkan, dihimbau banget, bagi bumil menghindari makanan ini. Tahu kenapa? Karena ngefekk banget buat janin yang dikandungnya. Nggak percaya? Saya, sih, meskipun belum pernah nyoba dan jangan sampai nyoba begitu ya, percaya aja. Sebab, pernah ada kasus yang bukan disebabkan oleh kupang atau makanan laut, tapi oleh polusi motor dan mobil yang menimpa seorang bapak. Si bapak ini kerjanya di bengkel yang otomatis memaksanya untuk terus menghirup racun dan polusi dari asap kendaraan ya. Di dalamnya ada jenis logam berat juga. Nah, di sinilah kejadian bermula. Keseharian si bapak ini menurun pada anaknya. Anaknya autis dan cenderung cacat. Kenapa bisa? Ya, karena kandungan logam berat yang memengaruhi otak dan fungsi organ lain. Sama persis dengan efek terlalu banyak makan makanan laut tanpa dibarengi dengan hati-hati. Makanya, ketika makan makanan laut, ada anjuran minum air kelapa. Katanya, bisa menyeimbangkan kadar ion dalam tubuh.

Well, itu sekilas tentang kupang dan teman-temannya ya. Tapi, yang jelas, Lontong Kupang ini adalah makanan yang enak pakai banget. Disajikan dengan lontong, petis udang, kupang, suwiran lento, dan biasanya ditambah sate kerang, makanan ini cocok banget disantap di segala suasana. Apalagi pas laper. Waaah, pasti rakus! *curhaaaat :))*

Eniwei, makanan ini khas Surabaya, tapi ada juga bilang punya Sidoarjo. Entah mana yang benar. Yang jelas, yang perlu diperhatikan, Lontong Kupang yang fresh dan sisa hari-hari sebelumnya bisa ditengarai, loh. Ya, sebagai konsumen, kudu cerdas, tho? Jangan pedagangnya yang kecerdasannya menjauhi kita :p. Jadi, kalau kalian menjumpai Lontong Kupang dengan kupang yang besar, putih, dan terlihat segar, berarti itu adalah kupang yang baru didapat dari laut. Berbeda dengan kupang yang sudah dimasak berhari-hari, warnanya pasti menghitam dan kusut. Nggak percaya? Ini ada buktinya. Rasanya juga beda. Alasannya simpel, sih. Kuahnya itu meresap ke kupang, makanya warnanya menghitam dan jadi kusut.

Lontong Kupang fresh, enak, dan nagih! :))


Lontong Kupang lama, rasanya nggak segar lagi, dan bikin pengen cepet-cepet kelar makan.


Jadi, bagaimana? Tertarik buak nyicip makanan enak tapi 'berbahaya' ini? :p. Harganya bisa dikatakan bersahabat di kantong. Cuma 7-10 ribu rupiah perporsi, belum termasuk Sate Kerang. Biasanya, dijual di dekat Pantai Kenjeran, dekat jembatan layang Sidoarjo, deretan Nginden, dan gerobak dorong keliling rumah. Asalkan makan nggak berlebihan, Insyaallah aman yaaa :D. Selamat mencicipi.
Post a Comment