Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Lost in Jogja #3

Ceritanya, sih, begini...
Ngayogyakarta.
Saya masih ingat betul, sebelum berangkat ke stasiun menuju Jogja, Pakde telepon dan bilang, hati-hati yoo, feelingku nggak enak. Eaaa banget. Saat itu saya tertawa. Meski demikian, semua pesan hati-hati dari siapapun, saya ingat-ingat. Termasuk dari ibu. Beliau tidak tahu kalau saya berbohong. Sebenarnya bukan berbohong, tapi membelokkan kata-kata. Memang rencana di awal, saya berangkat dengan seorang teman, tapi kenyataannya dia batal ikut. Masa iya, saya juga ikut batal? Tentu nggak, kan? Nah, di saat berangkat itulah, saya tekankan, nanti ada teman menunggu di stasiun. Padahal nggak ada :p.
Tapi, kalau melihat keadaan saya di Jogja selama dua hari, kenyataannya memang tidak ada yang harus ditakutkan dan tidak perlu takut. Yang membuat saya pede, selain ada teman--meski tidak ditemani jalan atau sekadar bertemu, rambu-rambu yang lumayan jelas, merasa masih serumpun bahasanya, juga karena saya percaya akan ada balasan bagi siapa saja yang berb…

Lost in Jogja #2

Baca ini dulu, deh...

Candi Prambanan.

Pagi-pagi, saya memulai hari di kota orang. Rencananya, saya akan mengunjungi beberapa tempat wisata. Di antaranya, Kraton Jogja, Tamansari, Sentra Kerajinan Perak Kotagede, Cokelat Monggo Factory, dan Candi Prambanan. Namun, berhubung pagi-pagi saya sudah siap dan rapi jali, sedangkan banyak tempat wisata baru buka pukul 8, maka saya menghabiskan waktu pagi dengan browsing rute dan sejumlah tempat wisata lain di komputer hostel. Waktu pagi saya juga habis untuk sarapan di roof top hostel. Ini seru. Pagi-pagi, saya sarapan di roof top dengan pemandangan kota Jogja yang lengang dan masih sejuk. Dari roof top, Merapi terlihat samar-samar. Cuaca pagi yang sejuk, sedikit berkabut, sinar matahari malu-malu, dan ramai dengan keluarga, membuat pagi menjadi lebih ceria. Indah. Seketika hilang pikiran saya tentang Surabaya yang selalu padat--pagi sekalipun.
Sarapan di roof top.
Pemandangan Jogja lengang dari roof top. Sky is the limit.
Selesai sarapan, saya m…

Lost in Jogja #1

Monumen Tugu, monumennya FTV :)).
Jogja. Mungkin bagi sebagian orang terdengar biasa saja. Tapi, bagi saya, Jogja punya arti tersendiri. Dulu, zaman saya masih SD, cukup sering saya dan keluarga berlibur ke Jogja. Terakhir, kelas 2 SMP, tahun 2002--ketauan tuanya :)))-- setelahnya, saya hanya bisa berangan kapan kembali. Maka, setelah hampir sepuluh tahun saya berangan, ada satu kesempatan di mana saya bisa berlibur ke Jogja. Yakni, setelah lebaran. Rencana ke Jogja sendiri hanya sekilas, sebatas lewat. Namun, saya serius. Jika memang tidak ada teman, kenapa tidak bisa sendiri? Toh, setiap harinya pekerjaan saya berkeliling sendiri. Saya pasti bisa.

Sekitar H-7, di sela-sela kerja, saya mengecek ketersediaan tiket kereta api via online tujuan Jogja. Di situ, saya sekaligus pesan tiket PP kelas bisnis-ekskutif. Bukan apa-apa, tiket ekonomi sampai akhir Agustus sudah ludes soalnya. Jadi pilihannya, tinggal iya atau tidak. Apalagi, kedua tiket yang saya pesan tersebut hanya tersisa satu…