Friday, September 27, 2013

Nostalgia: Gulali Gula-Gula

Salah satu kegiatan saya saat hari libur adalah mencari apa saja yang menyenangkan hati. Termasuk mencari jajanan jadul gulali aneka bentuk.

Berada di tengah perkampungan kota Surabaya, cukup sering saya menemukan aneka jajanan jadul. Kali ini, giliran gulali yang membuat saya girang. Sebenarnya, cukup sering saya menemuinya. Tapi baru kali ini yang benar-benar beli, ngobrol, dan motret :p.

Dari hasil ngobrol singkat dengan penjaja, untuk membuat gulali gula-gula aneka bentuk ini bisa dibilang cukup mudah. Caranya, satu kilogram gula dilarutkan dengan 400 mililiter air, diaduk dan dicampur dengan pewarna makanan, sampai 2-3 jam. Adonan ini tidak boleh dingin, harus tetap hangat. Karena jika tidak, adonan akan mengeras dan sulit dicetak. Yang membuat sulit, tentu saja membentuk gulalinya, ini menurut saya :p. Tapi, kalau mau lebih mudah, bisa saja membeli cetakan ceper untuk membuat bentuk yang diinginkan.

Umumnya, setiap hari penjaja berkeliling dari satu kampung dan sekolah. Untuk satu buah gulali gula-gula tradisional ini, dijual seharga 500 rupiah saja. Peminatnya tentu lebih banyak anak-anak. Jarang ada orang dewasa yang mau beli, kecuali saya :p. Uniknya, pembeli juga bisa memesan bentuk sesuai keinginan. Tertarik?








Post a Comment