Skip to main content

Wisata Keluarga di Pantai Tanjung Papuma

Masih dalam serangkaian perjalanan cuti, tujuan saya selanjutnya adalah mengunjungi Pantai Tanjung Papuma, Jember. Semula, saya pikir, rombongan kantor ayah akan menghabiskan wilayah pesisir Banyuwangi yang terkenal dahsyat ombak dan pemandangannya. Tapi ternyata, tujuan wisata pantai tertulis hanya di Pantai Pasir Putih Situbondo dan Pantai Watu Ulo Jember. Jeng jeng jeng. Saya yang memang ikut rombongan pun hanya bisa komplain dalam hati. Tahu sendiri, kalau kedua pantai tersebut tidak seindah bayangan, hehe. Usut punya usut, ternyata sesampainya di Pantai Watu Ulo, rombongan justru menyiapkan transportasi lain untuk ke Pantai Tanjung Papuma. Yay!
Jarak Pantai Tanjung Papuma dari Pantai Watu Ulo tidak begitu jauh. Berkisar sekitar 1,5 kilometer saja. Namun, medan yang menanjak memaksa bus untuk berhenti di Pantai Watu Ulo. Jika wisatawan ingin ke Pantai Tanjung Papuma, bisa menyewa ojek dengan harga 10.000 rupiah. Pemandangan di sepanjang Watu Ulo dan Tanjung Papuma sangat memukau. Dikelilingi rimbunnya hutan hujan tropis dan akses jalan yang cukup bersahabat meski terdapat lubang di sana-sini menjadikan perjalanan terasa menyenangkan. Percayalah, keindahan pemandangan yang terbentang akan menghapus stres pikiran. Perjalanan menuju Tanjung Papuma mengingatkan saya akan pemandangan serupa di Pantai Selatan Malang, Pantai Prigi Trenggalek, dan Gunungkidul Jogja indah dengan kelokan-kelokan tajam.
Sampai di Pantai Tanjung Papuma, saya dihadapkan pada kenyataan yang juga saya dapatkan di sejumlah pantai lain. Yakni, meski dalam satu garis pantai yang sama, karakteristik pantai satu dengan yang lain berbeda. Jika Pantai Watu Ulo memiliki karakteristik pasir hitam dan terkesan tandus, maka Pantai Tanjung Papuma justru memiliki pasir putih yang bersih dengan air laut yang jernih. Belum lagi dengan rimbunnya pepohonan yang membuat wisatawan betah berlama-lama. Di Pantai Tanjung Papuma, juga terdapat sejumlah penginapan milik Perum Perhutani. Di sana juga terdapat fasilitas outbond dan bagi yang ingin menghabiskan malam dengan mendirikan tenda juga bisa. Di sepanjang pantai juga ada warung yang menyajikan menu makanan khas laut, ikan bakar dan es kelapa muda. Hanya, yang perlu diwaspadai, karena tergolong pantai Selatan dengan ombak yang cukup besar, ada baiknya anak-anak selalu dalam pengawasan orang tuanya.
Selain bisa berendam dan bermain air di tepi pantai, wisatawan juga bisa menyewa perahu dengan harga 15.000 perorang untuk berkeliling di seputar pantai. Atau, jika wisatawan hobi memancing, di tepi pantai juga bisa memancing ikan.  Pemandangan pantai yang bersih juga bisa diabadikan dari setiap spot yang ada. Nggak percaya? Datang aja ke Pantai Tanjung Papuma, Jember. Bebatuan yang menjulang semakin menambah eksotisme pemandangan yang memukau. Selamat berlibur.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…