Skip to main content

Semanggi, Kuliner Legendaris Kota Surabaya

Surabaya dikenal sebagai pusat kuliner dengan sensasi pedas di lidah. Selain Rujak Cingur, Lontong Kupang, dan Lontong Balap, Surabaya juga punya kuliner legendaris yang masih ada hingga kini. Bahkan, saking legendarisnya, ada juga lagu bertajuk Semanggi Suroboyo :D. Sama, rasanya pedas dengan sensasi manis di ujung lidah. Namanya, Semanggi.

Semanggi lebih dikenal dengan sebutan Pecel Semanggi. Terbuat dari dedaunan semanggi, Pecel Semanggi memiliki cita rasa berbeda dengan jenis pecel lain yang ada. Hal ini lantaran bumbu Pecel Semanggi disajikan menggunakan campuran ketela, gula merah, dan kacang tanah. Sedangkan cabe ditambahkan sesuai permintaan pembeli.

Semanggi sendiri merupakan tanaman yang tumbuh liar di sekitar rerumputan. Bentuk daunnya terdiri dari empat sisi dengan besar yang sama. Meski liar, di Surabaya, tanaman ini dibudidayakan. Tepatnya dibdaerah Benowo, perbatasan Surabaya dan Gresik, semanggi dibudidayakan di lahan-lahan milik warga. Uniknya, hampir seluruh penjual Pecel Semanggi berasal dari daerah ini dan didominasi oleh wanita yang telah lanjut usia. Cara berdagangnya pun unik. Para penjual membawa keranjang bambu dengan selendang untuk menggendong. Mereka umumnya berangkat pagi bersama rekan sesama penjual dengan naik angkot menuju masing-masing tempat yang berbeda untuk selanjutnya berkeliling di tempat tersebut.

Pecel Semanggi sendiri disajikan dengan daun pisang pincuk. Selain daun semanggi yang direbus, kecambah rebus menjadi sayuran pelengkap sebelum disiram dengan bumbu ketela. Terakhir, Pecel Semanggi disajikan menggunakan kerupuk puli atau kerupuk yang terbuat dari beras. Fungsi kerupuk ini selain untuk penambah nafsu makan, juga sebagai sendok. Karena Pecel Semanggi tidak disajikan dengan sendok. Tertarik untuk memcicipinya? Pecel Semanggi biasa dijual sekitar 5.000-7.000 rupiah perporsi. Cukup bersahabat di kantong ya. Jadi, jika mampir ke Surabaya jangan lupa cicip Pecel Semanggi ya! Dijamin ketagihan, meski bentuk sajiannya tidak begitu indah :D.

Comments


Hi there! Someone in my Facebook group shared this website with us so I came to look it over. I'm definitely enjoying the information. I'm book-marking and will be tweeting this to my followers! Fantastic blog and wonderful design. all of craigslist

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…