Skip to main content

Cewek Alternatif

Akhir-akhir ini saya cukup sering menyebut kata 'cewek alternatif'. Nggak dalam hati, nggak dalam obrolan, bahasannya beberapa kali tentang itu. Apa yang aneh?

Jadi begini, saya punya teman yang suka muncul tiba-tiba dan di luar dugaan. Kalau nggak diharapkan sama sekali, dia datang. Tapi kalau diharapkan, enggak ada kabar sama sekali. Payahnya, tiap dia nongol dan menyapa, dia selalu punya niatan curhat terselubung. Sebenarnya, saya tipikal orang yang oke-oke saja kalau dicurhatin, hitung-hitung membantu temanlah ya. Saya juga suka banget berbagi cerita. Ya barangkali saja dengan sharing bisa melegakan jiwa.

Seorang teman saya ini lucu sekali. Dia datang tiba-tiba lalu pergi secepat kilat. Saking seringnya begitu, saya jadi sudah sangat terbiasa dan enggan peduli. Buat apa? Toh, saya hanya diperlukan saat dia butuh saja *sadis ON:p*

Ceritanya, teman saya ini baru patah hati. Dia curhat ke saya panjang lebar, berkeluh-kesah. Saya sebagai teman pun memberi masukan sebisanya, semampunya. Biasanya, setelah saya komentar, dia bilang, "iya betul juga ya," "iya mestinya aku enggak gitu ya," dst. Dari curhat pertamanya, kami dekat. Cukup sering untuk ngobrol hal remeh-temeh. Saya senang, dulunya. Lalu, di tengah-tengah, ternyata dia punya pasangan yang bukan saya--hahahaa, ceritanya lagi kenes dan shock!!:)))). Herannya, dia main sembunyi-sembunyi soal pasangannya ini. Dia enggak cerita sama sekali tentang pasangan barunya pada saya. Kalau ngobrol, dia cuma membawa topik yang seperti biasa, remeh. Saya dipaksa--dengan keadaan:p--buat cari tahu sendiri *keponya kumat:))). Akhirnya, pelan-pelanlah saya menjauh--sadar diri:p.

Tapi, tidak berapa lama, dia tiba-tiba muncul lagi. Apa yang jadi topik obrolannya? Teman saya ini cerita nggak seberapa panjang soal karamnya hubungan percintaannya. Kenapa nggak seberapa panjang? Karena saya nggak banyak nanya. Saat dia cerita, saya cuma menjawab dengan kata, "oh ya?" "Terus gimana?" "Iya. Semoga segera dapat penggantinya." Udah gitu aja!:)))). Bukannya saya sadis, galak, jutek, nggak peduli atau apa--meski sebenarnya begitu:p--saya cuma nggak mau aja jadi cewek alternatif, cewek bayangan yang ada buat teman saya itu hanya di saat butuh. Enggak mau. Enak dia, nggak enak di saya dong:p. Padahal, dalam satu hubungan harus menguntungkan kedua belah pihak, simbiosis mutualisme.

Saya pikir, wajar-wajar saja saya bersikap begitu. Yang jadi pertanyaan, memangnya teman saya itu pernah sedikit saja mikir nggak, sih, nggak enaknya duduk di bangku cadangan? Kayaknya, sih, enggak pernah. Lagian, saya nggak sakit hati kok dijadikan cewek alternatif. Tapi nggak mau aja--sami mawon, jeuuung:))--

Nah, bicara tentang cewek alternatif ini, saya pernah tanya ke teman saya yang lain--nyoooh, mbaruuuzzz:))). Gimana reaksinya kalau jadi cewek alternatif? Tahu jawabannya apa? Katanya, dia bakal bersikap manis dan baik hati tetap mendengarkan curcolan tapi enggak mau memanjakan hati karena dianggap ada, dibutuhkan, dan diperlukan. Meeehh! Salutlah ya! Saya, sih, nggak bisa begitu. Terlebih yang menjadikan alternatif adalah orang yang pernah diharapkan. Big NO! Realistis saja. Hati butuh waktu buat sembuh. Tetap berjalan atau berhenti dengan penuh harap adalah pilihan. Jadi, what will you do if become alternative person?:p

ps. Nyoh mbaruuuuzzz!!:))))

Comments

DIAN Rustya said…
Hahahhahahhahhaaa, baru semalam ditowel, eh pagi2 sudah asih link postingan ini.
Keren Tiq! #SetorJempol

Jadi cewek alternatif ya? hheeemmmmmmm .... wes taaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuu
hahhahahhahahhahhaahhahahhahaha
Rasanya itu semacam ... ya begitulah ya *Sampe perlu ditoyor2 biar sadar*
Dijadiin obyek pilihan (pilih A atau B) aja ga enak, apalagi kalau "cuma" dijadiin cadangan, beeuugghhhhh nyeseknya itu disini *tunjuk hati*

Tapi, ternyata aku bisa lho tetap bersikap manis dan bijak (halah) saat dia kembali datang. Namun disaat yg sama tdk mau memanjakan perasaan lagi. Dan aku ga ngalami tsunami hati lagi :))

Memang bisa? BISA!
Tentunya itu bs terjadi karena hati sudah tertambat pada yang lain, yang lebih baik, lebih perhatian, dan memperlakukanku dengan istimewa.
#NjukUjung2eCurhat
Atiqoh Hasan said…
Wah, dermawan sekali, mbaruuuuzz:))). Aku, sih, udah move on. Tapi coba kalau dia enggak pas butuh aja ngehubunginnya, meski dianggak ngoding, aku bakal lebih welcome kok:D

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…