Skip to main content

Sensasi Petik Stroberi di Agrowisata Stroberi Magetan

Jalanan menuju agrowisata stroberi

Agrowisata stroberi

Sering makan stroberi? Pernah memakannya langsung di perkebunan stroberi pascapetik? Jika belum pernah, berkunjung ke Agrowisata Stroberi di Sarangan, Magetan, bisa dicoba. Letaknya tidak jauh dari Telaga Sarangan. Tepatnya, satu kilometer sebelum Telaga Sarangan jika ditempuh dari Magetan. 

Hamparan perkebunan stroberi akan menghiasi salah satu bahu jalan. Merah, ranum, dan tentu saja masam bercampur manis rasanya. Dulunya, sebelum menjadi agrowisata, lahan perkebunan digunakan sebagai kebun sayur-mayur, laiknya perkebunan pada umumnya. Namun kemudian diubah untuk menambah nilai ekonomi penduduk setempat.  






Stroberi di Agrowisata Stroberi, Magetan

Menyempatkan diri berkunjung ke Agrowisata Stroberi di Magetan, pengunjung tidak akan dikenakan biaya sepeserpun! Nah, inilah lucunya. Jika mengubah lahan sayur-mayur menjadi lahan stroberi dengan asumsi pendapatan lebih menguntungkan, serta mengubahnya menjadi agrowisata, mestinya pemasukan lebih banyak. Salah satunya melalui tiket masuk. Tapi di sini justru berbeda. Pengunjung bisa bebas keluar masuk kebun. Mau petik buah dan makan di tempat atau sekadar foto-foto. Terserah.

Yang membayar hanya satu; membawa pulang buah petikan stroberi. Ditimbang perkilonya 60.000 rupiah. Kalau tanpa memetik sendiri, langsung membeli pada pedagang di luar kebun, stroberi perkilo dibanderol 50.000 rupiah. Tentu, harga ini lebih mahal daripada membeli langsung di pasaran. Sensasi memetik stroberi dijual lebih mahal. Sebabnya, saat mendapat stroberi merah, hasrat memetik lagi dan lagi akan berlanjut. 

Jika ingin berhemat, bisa kok langsung masuk, potret-potret, incip-incip, petik sedikit, ditimbang kurang dari satu kilo, lalu pulang. Murah meriah! Bagaimana, tertarik mencoba sensasi memetik buah stroberi di hamparan luas kebun? Yuk, ke Magetan!

Petik-petik stroberi

Bukan charlie's angels di kebun stroberi

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…