Skip to main content

Suroboyo Carnival: Teman atau Lawan THR?

Suroboyo Carnival Night Market

Galeri foto Surabaya

Khas Suroboyo, Cuk! :p

Berkunjung ke Surabaya, umumnya wisatawan menginginkan wisata sejarah. Wajar, sebab lokasi kota tua di Surabaya cukup merata. Hampir di seluruh bagian Kota Pahlawan mengandung unsur sejarah. Itulah sebab, wisata kota berlambang ikan sura dan buaya ini didominasi oleh museum. Mulai museum kemaritiman, museum sejarah kemerdekaan, museum kesehatan, hingga museum seni. Serbamuseum.

Namun, Surabaya bukan hanya soal wisata sejarah dan museum. Ada wisata pantai, kuliner, religi, dan keluarga. Salah satu wisata keluarga terbaru adalah hadirnya Suroboyo Carnival Night Market (SCNM) yang ada di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo.

Akhir Juli lalu, SCNM resmi dibuka. Konsepnya mirip pasar malam. Ada 40 wahana permainan dan pasar yang menjual beragam barang. Mulai dari kuliner khas Surabaya, fast food, jajanan ringan, dan pernak-pernik dijual. SCNM merupakan bagian dari Jatim Park Grup yang menaungi Jawa Timur Park 1 dan 2, Batu Night Spectacular, Museum Angkut, Batu Secreet Zoo, dan Wisata Bahari Lamongan.


Ferris wheel dan kereta gantung

Pengunjung bisa menyewa e-bike jika capek berjalan

Masuk ke SCNM pengunjung hanya dikenakan biaya 20.000 (Senin-Kamis)-25.000 (Jumat-Minggu). Murah? Standar. Sebab, tiket yang dibanderol tidak termasuk tiket permainan. Persis dengan Batu Night Spectacular. Untuk harga tiket perwahana dipatok mulai 10.000-30.000 rupiah.  

Memasuki SCNM, pengunjung akan disuguhi aneka wahana permainan. Seperti Go Kart, Tambang Emas, Carousel, Ferris Wheel, dan masih banyak lagi. Di SCNM pengunjung juga bisa menikmati Taman Lampion untuk sekadar mengambil foto dengan tiket masuk sebesar 15.000 rupiah.

Untuk mencapai SCNM tidak ada angkutan khusus yang berhenti tepat di depannya. Sebab, lokasinya berada di jalan tol menuju Bandara Internasional Juanda. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan kota yang turun di depan Korem dilanjutkan dengan jalan kaki. Jika ingin pulang, management menyediakan shuttle bus yang akan membawa pengunjung ke tempat pemberhentian angkot.



Kerlap-kerlip banyak lampu hias

Tetapi, bicara SCNM berarti menyoal tentang keberadaan TamanHiburan Remaja (THR). Wahana permainan serupa yang ada sejak puluhan tahun lalu. Memang, keberadaan SCNM akan menambah pemasukan Surabaya secara drastis. Namun, apa kabar THR kini?

Saya pikir, sudah saatnya THR berbenah jika tidak ingin pengunjungnya beralih. Bukan sekadar mengubah cat, tapi juga bentuk. Sebab, terakhir kali saya mampir, seluruh wahananya tetap sama persis dengan zaman kanak-kanak. Saya berani menjamin, THR memiliki tempat di masing-masing warga Surabaya. Banyak memori yang ada di dalamnya. Bukan sekadar Srimulat pernah mengepak sayap di sana. Tapi juga tentang sejarah seni Surabaya hampir selalu diasah di tempat yang sama. Kenangan itu soal masa lalu. Tapi THR sudah sebaiknya menjaga kenangan warga kotanya agar tetap dicintai.

Jadi, kehadiran Suroboyo Carnival Night Market bisa menjadi teman sekaligus lawan bagi Taman Hiburan Remaja. Namun, keduanya tetap menghibur bagi warga Surabaya maupun luar kota!


Wahana permainan tidak jauh berbeda dengan di BNS

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…