Skip to main content

Me Time: Pijat Refleksi yang Menenangkan

Kurang tahu sejak kapan pastinya, hampir setiap minggu saya punya kebiasaan menyendiri. Bahasa gaulnya, me time. Nggak melulu harus backpacking ke luar kota, me time saya di sekitar rumah. Misalnya, berenang, jogging, nyalon, dan belanja. Standar banget. Tapi, beberapa kali saya mencoba me time lain. Yaitu, refleksi.

Refleksi dan sakit. Dua hal yang membuat saya sering nyengir nggak jelas. Dulu, beberapa kali saya refleksi di sekitar East Coast Pakuwon City. Tempatnya oke banget. Cahaya temaram, wewangian aromaterapi menenangkan, terapis ramah, dan bisa memilih jenis minyak yang dibalur. Sebelum refleksi, pengunjung diberi pilihan minuman jamu segar. Lalu saat refleksi, pilihan minuman bersifat lebih menghangatkan tubuh seperti cokelat, jahe, dan sebagainya. Tempatnya cozy parah.
Sayang, saya lupa nama tempatnya.

Yang jelas, tempat refleksinya selalu ramai dan bangunannya menyatu dengan apotek sekaligus praktek dokter.

Lama nggak refleksi, kemarin saya mencoba tempat refleksi baru di sekitar Merr II. Iseng-iseng, saya menjajal tempat tersebut setelah berselancar di Groupon. Harganya murah sekali. Hanya 89.000 rupiah untuk body massage, refleksi, ear candle, dan totok wajah selama 180 menit. Kurang puas apa coba?

Usut punya usut, tempat refleksi bernama Groovy Reflexology tersebut baru ada sekitar empat bulan. Beberapa kali saya searching di internet, beberapa kali pula saya menemukan promo dipasang. Saat ke sana pun, ada promo lain yang dipasang. Wah, marketingnya jago. Eksisnya kemana-mana, triknya kece. Yang datang? Jangan ditanya, sampai ada antrean.

Tempatnya sih nggak sehomey tempat refleksi di East Coast Pakuwon City. Tapi harganya oke banget. Pelayanannya juga nggak mengecewakan. Saya bahkan sepulang refleksi langsung mantengin Groupon dan Lakupon lagi. Yakeleus ada promo buat surfer macam saya begini :p. Hati senang, badan bugar, pikiran tenang, dompet aman:)).

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…