Monday, January 12, 2015

Metamorfase

 
Flat shoes di pantai aneh? Ah, enggak juga

Sejak menjadi jurnalis, saya merasa banyak berubah. Salah satu hal yang paling kentara adalah: fast moving. Menjadi jurnalis membuat saya harus cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain seusai apa yang diinginkan sudah didapat. Jika tidak, saya pasti bosan. Bosan terlalu lama di tempat yang sama. Target minimal dua berita sehari juga membuat saya mau tak mau harus cepat berpindah sebelum hari habis. Setiap hari merasa demikian, saya akhirnya menerapkan konsep yang sama ketika bepergian, dulu.

Kala bepergian, saya kerap bosan jika saya sudah berada di satu tempat dalam waktu lama. Itulah sebab, saya selalu menarget sehari di kota wisata harus mampir ke beberapa tempat. Ya, hasilnya memang capek tapi rasanya senang dan puas. Sama halnya jika saya sudah mendapat dua berita sehari.

Tetapi, seperti ada yang berbeda. Semakin lama dan semakin sering berjalan--apalagi jika sendiri--saya justru merasa semakin menikmati perjalanan, bukan lagi menunggu tujuan akhir. Tujuan akhir memang masih menjadi kesenangan tersendiri. Namun, menikmati perjalanan tanpa menarget berapa tempat yang harus dituju dan tempat mana saja yang akan disambangi, ternyata jauh lebih menyenangkan. Lambat namun puas. Ada proses menyenangkan yang lebih nyaman mengendap di hati.

Tidak hanya sekali, bahkan kini mulai berkali-kali. Saya menikmati perjalanan, menikmati kejutan yang ada di dalamnya, dan menikmati rencana mendadak yang melenceng dari target semula. Ya memang, menyusun rencana itu perlu. Tetapi, sesekali coba untuk membuat rencana sedikit berbeda, pasti akan ada banyak cerita.

Semisal, saat saya ke Magelang. Saya berencana untuk keliling ke desa wisata Wanurejo menggunakan sepeda sewaan. Namun, saya memilih untuk menonton bioskop Doraemon: Stand By Me di kota orang. Aneh? Ah, enggak juga. Kalau dengan menonton bioskop dengan teman lebih banyak untung, kenapa saya harus bersepeda sendiri, dan merepotkan orang lain?

Saya enggak ngerti apakah ini termasuk fase perubahan dalam diri saya. Tetapi yang jelas, semakin ke sini, semakin banyak hal yang saya lakukan, semakin spontan rencana melenceng dilakukan, semakin banyak cerita mengejutkan yang saya dapatkan. Saya pikir, selama itu menguntungkan, kenapa enggak? *ceritanya nggak mau rugi :p*. Karena saya tahu, hidup memang punya banyak rasa *pret! :))*.
Post a Comment