Sunday, February 15, 2015

Review Hotel Surya Belitung


 
Hotel Surya
 
Berlibur ke Belitung, hal pertama saya pikirkan adalah, berapa harga hotel permalamnya? Jauh-jauh hari, saya bahkan surfing di situs yang secara khusus menawarkan penginapan. Empat-lima situs saya buka bersamaan, harganya masih sama: di atas seratus ribu! Saya pikir, harga segitu mahal. Sebab, saya akan bermalam selama tiga hari tiga malam di sana.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menghubungi Iwan, bertanya penginapan ala backpacker kere seperti saya. Tentunya, penginapan di bawah seratus ribu rupiah permalam.

 
Lobby Hotel Surya

Kata Iwan, ada sebuah hotel di tengah kota, Tanjungpandan, yang harganya miring. Namanya, Hotel Surya di Jalan Depati Endek (0719) 21550. Saya tergiur dan langsung booking untuk tiga malam. Harga permalamnya 100.000 rupiah bisa untuk dua orang. Harga segitu sudah naik dari harga yang dikatakan Iwan. Kalau ingin ekstra bed, tinggal nambah 50.000 rupiah permalam. See? Selama tiga hari tiga malam otomatis saya hanya mengeluarkan uang untuk penginapan 150.000 rupiah!

Sementara untuk single bed, harganya 90.000 rupiah permalamnya. Kalau mau yang kamar mandi dalam, harganya 200.000 rupiah permalam. Itu sudah termasuk sarapan telur rebus, roti atau lemper, dan teh hangat. Lumayan.

 
Bagian dalam Hotel Surya 

Kondisi Hotel Surya memang berada di tengah kota. Lebih tepatnya di jantung kota Tanjungpandan. Yakni di lantai dua bangunan yang menyatu dengan toko emas. Kebayang nggak gimana ramainya hotel kami? Jelas ramai, dong!  Karena ternyata, Hotel Surya bukan hanya untuk menginap wisatawan kere seperti kami. Tapi juga untuk ngekos para pekerja di sekitar Tanjungpandan. Isinya lelaki semua. Hanya kami bertiga yang cewek :))).

Di tengah pasar tua Tanjungpandan, dekat pelabuhan, dekat tempat pelelangan ikan, dekat alun-alun, dan dekat pusat oleh-oleh. Heaven.

Double bed
Untuk ukuran penginapan murah, Hotel Surya bersih sekali. Kamarnya banyak. Ada lebih dari 15 kamar. Ada ruang tengah untuk menonton tivi bersama. Untuk kamar mandi, ada di dalam dan tiga kamar mandi luar. Kamar mandi luarnya bersih kok. Yang lebih endes, resepsionisnya ramaaah! Kali pertama bertemu, saya bahkan serasa sudah akrab dan kenal sedari lama. Menyenangkan!

Oh, iya! Nada bicara orang Belitung memang agak keras. Tapi mereka ramah pada wisatawan. Seperti sudah tahu bahwa kami datang untuk berkunjung melihat kota kelahiran mereka. Saking ramahnya, Hotel Surya juga akan membantu wisatawan meminjamkan mobil atau motor. Tentu, meminjam motor di sini tanpa jaminan apapun. Asal pinjam saja, mereka sudah percaya :D. Harganya juga murah kok. Kalau saya membawa harga lebih murah dari yang mereka tawarkan, malah mereka mau mengalah mengikuti harga kami. Asyiiik!

Pemandangan dari lantai dua
Sebegitu asyiknya kami menginap di Hotel Surya, tentu masih ada kelemahannya.

Sayang seribu sayang, kamar kami terletak di paling ujung dekat balkon. Artinya dekat jalan raya. Setiap pukul satu-dua saya terbangun. Rutin. Karena sering kaget dengan hentakan motor kencang. Saya menduga, mereka adalah nelayan dan pedagang ikan yang baru pulang melaut dan mengambil hasil tangkapan. Jalan satu arah Depati Endek pun jelas ramai. Banget. Ini juga yang membuat saya tidur tidak nyenyak meski selalu tidur lebih cepat :)).

Balkon di depan kamar

Tetapi, setiap pagi, akan ada alunan suara merdu dari bangunan di depan hotel. Yang saya duga adalah tempat penangkaran walet. Ramaaai sekali. Merdu nian. Seolah ada musik Kitaro mengiringi :D.

Jadi, gimana? Menurut kalian, Hotel Surya rekomended nggak? Buat saya, sih, rekomen selama nggak tidur di kamar dekat balkon:)).

Menu sarapan
Post a Comment