Skip to main content

Senja Pulau Tabuhan nan Eksotis

Pulau Tabuhan

Senja itu menjadi berbeda bagi saya yang memang hampir selalu menikmatinya. Deburan ombak tenang menemani syahdunya angin berhembus semilir. Sepi, tenang, dan hanya ada segelintir orang penikmat pantai kala itu.

Di ujung barat, mentari bergerak tenggelam perlahan. Berarakan awan serupa gula-gula kapas. Langit senja selalu menenangkan. Biru terang beradu segerombol awan putih berjejal kemilau orange milik sang surya.

Bintang laut
Satu-dua kapal tertambat, mengantarkan mereka yang ingin bermalam. Sementara saya, menikmati senja dari jauh. Tepatnya, dari impuls yang mengirimkan perintah ke otak akan hadirnya keindahan. Lalu membingkainya beberapa kali dalam potret kamera amatir.

It was perfect.

Senja di Pulau Tabuhan

Mei tahun lalu, saya juga menikmati senja bernuansa sama kala singgah di Pulau Lombok. Sama sepi dan tenang. Hanya bedanya, kali ini saya menikmati di Pulau Tabuhan, pulau terluar Bayuwangi.

Menjangkaunya mudah. Menggunakan kapal seharga 250.000 rupiah untuk 15 orang. Bisa ditempuh melalui Desa Bengkak, Wongsorejo, Banyuwangi. Atau hanya beberapa kilometer dari Taman Nasional Baluran dan beberapa kilometer arah Ketapang.

Seperti prewedding
Menyebrang ke Pulau Tabuhan hanya membutuhkan waktu singkat. Tak sampai 30 menit, kapal akan menepi.

Lautnya bersih, pasirnya putih. Waspada saja dengan bulu babi yang banyak mampir di tepi.

Tak perlu berpikir lama jika hanya memiliki waktu satu hari berlibur. Mampir dan tengok saja keindahan Pulau Tabuhan kala senja. Pasti ketagihan.

 Sempurna

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…