Sunday, June 7, 2015

Melirik Alam Bawah Laut Pulau Menjangan




Dermaga Pulau Menjangan 


"Mau ikut ke Pulau Menjangan, nggak?"

Kira-kira begitu kalimat penawaran saya pada beberapa teman--yang tak terhitung berapa jumlahnya. Ditolak, sudah pasti. Tapi saya nggak patah arang. Namanya juga kepingin jalan tapi nggak punya duit buat sewa kapal sendirian. Ya, harus lebih agresif buat ajak-ajak.

Ini selalu jadi kendala saya kalau lagi pingin ngilang dari Surabaya, one day trip. Gimana nggak? Hari libur saya nyeleneh. Mana ada yang mau nemenin liburan tiap Jumat. Emangnya pengajian.

Total ada 16 orang akhirnya ikut one day trip di Pulau Menjangan. Kebetulan, kala itu hari Jumat, tanggal merah. Pas hari buruh. Yang lain demo, saya liburan hore.

Pulau Menjangan dipilih karena eksotisme bawah laut nan keren dan cukup dinikmati dalam satu hari libur. Singkat.

Syahdu

Bening

Pulau Menjangan adalah bagian dari Taman Nasional Bali Barat. Banyak catatan perjalanan maupun berita mengatakan keindahan bawah laut Menjangan tidak ada duanya. Selalu membuat decak kagum. Setidaknya begitulah kali pertama yang saya lihat begitu sampai di permukaan laut. Hamparan bebatuan karang aneka bentuk dan warna berpadu. Barisan ikan warna-warni ikut menari. Amboy! Kece nian.


Hamparan karang
 
 
Bunga karang
 

Karang-karang
 
Semakin kece ketika saya menyadari bahwa untuk mencapai Pulau Menjangan tidak lagi perlu menyebrang lewat Ketapang-Gilimanuk lalu berkendara menuju Labuan Lalang, Bali. Tetapi bisa juga ditempuh lewat Desa Bengkak, Banyuwangi, Jawa Timur. Artinya, tidak akan butuh waktu lama untuk menikmati Pulau Menjangan. Sebab, selama ini yang membuat lama adalah menyebrang di Ketapang-Gilimanuk yang ditera antara 40 menit sampai 1 jam. Itu jika tidak long weekend.

Tak butuh waktu lama untuk menyebrang dari Desa Bengkak, Banyuwangi ke Pulau Menjangan. Sekira 30 menit saja. Sayang, jadwal yang ditaksir pagi sudah sampai Menjangan harus molor. Wajarlah, kami terjebak banjir di Kraton, Pasuruan dan harus berhenti sambil hopeless selama tiga jam.

 
Karang otak

Karang otak merah

Semua terbayar ketika kecantikan bawah laut Menjangan yang memesona. Kerapatan karang membuat sejauh mata memandang hanya karang terbentang. Sungguh lupa dengan apa saja yang terjadi di atas sana.

 
Mudah hancur

 
Bentuk lain karang

Semakin sering saya berenang, semakin paham Tuhan menciptakan keindahan bawah laut juga untuk manusia. Maka menjadi ironi jika populasi terumbu karang harus hancur dan habis untuk memenuhi sebagian perut manusia. Ragam biota laut semakin menyadarkan saya jika alam sangat indah. Indonesia sangat kaya.

Finding nemo!

Patrick!
 
Barisan ikan hias

Nudibranch

 
Ikan layar

 
Anemon
 
Saya pikir, Menjangan memang sangat cantik. Sama cantik dengan Belitung dan Karimun Jawa. Biotanya kaya. Karangnya beragam. Tapi Pulau Menjangan bukan hanya soal keindahan bawah laut. Di Pulau Menjangan, juga ada patung Ganesha dan pura yang biasa menjadi jujukan para umat Hindu. Saat saya ke sana, ada jejeran kapal umat sembahyang di pura.

 
Kapal

 
Ganesha

Sebagai pemungkas, jika singgah ke Pulau Menjangan jangan lupa foto underwater dengan pose kekinian. Melek di dalam laut!

 
Kekinian :)))

Kalau saya, sih, cukup pakai snorkle gear kalau mau eksis. Nggak kuat nahan perih. Hidup sudah perih, masa iya ditambah harus merasakan perihnya air laut di mata :)).

 
Hup!

Buat saya, alam bawah laut Menjangan indah sekali. Semakin indah karena saya tahu, sewaktu-waktu bisa menghabiskan libur sehari untuk menikmati pemandangan alamnya yang cantik. Apalagi, saya tahu, tarif yang dihabiskan  nggak sebanding dengan pengalaman yang didapat. MURAH! 

Jadi, kalau mau one day trip ke Pulau Menjangan, bolehlah ajak saya. Bisa diaturkan jadwal dengan harga bersahabat, ntar *malah jualan :))*.

 Ingat! Jadilah pejalan yang bertanggungjawab. However, we don't leave anything for others, except scenery.
Post a Comment