Monday, June 8, 2015

Tips Menabung untuk Backpacking

Tidak sedikit teman mengira saya adalah pekerja bergaji besar. Hal ini dilihat dari kebiasaan saya jalan-jalan hampir setiap bulan.

Biasanya, saya menjawab dengan jawaban, "Ini juga nabung, kok."

Memang begitu. Pada dasarnya, saya bukan pekerja bergaji besar, kok. Gaji standar dan pas buat mencukupi kebutuhan bulanan wanita single seperti saya. Lalu kok bisa saya jalan-jalan hampir setiap bulan?

Tipsnya cuma satu: menabung.

Saya punya tiga jenis tabungan berbeda. Saya membaginya berdasarkan kebutuhan; untuk jajan sehari-hari, tabungan masa depan, dan jalan-jalan. Pembagian tabungan 30:40:30.

Setiap gajian, dengan senang hati, hal pertama yang saya lakukan adalah menyisihkan berdasarkan pembagian di atas. Misal, gaji bulanan saya 2.000.000. Berarti masing-masing 600.000 untuk jajan dan tabungan jalan, serta 800.000 untuk tabungan masa depan.

Nah, karena hampir setiap bulan saya jalan, maka saya harus mengatur seirit mungkin agar 600.000 tidak habis sekali jalan. Lalu sisanya bisa diakumulasikan untuk membeli tiket pesawat perjalanan yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, bulan April saya pergi ke Gili Labak, Madura, menghabiskan uang 239.000 artinya masih ada sisa 361.000 yang bisa saya tabung lagi. Nah, sisa ini saya gunakan mengisi tabungan untuk pergi ke Pulau Komodo. Begitu pula sisa dari uang jalan di bulan-bulan berikutnya.

As simple as that. Sebenarnya, mudah saja kok membagi tabungan ini. Yang nggak mudah cuma satu: sebisa mungkin menahan hasrat belanja yang sewaktu-waktu kumat biar tabungan nggak jebol:))).

Jadi, buat yang mengira gaji saya segambreng gegara suka jalan, bisa dilihat dari rincian di atas yaa. Makanya, yuk nabung!

Post a Comment