Skip to main content

Fresh Milk: Tempat Gaul ala Muda Lumajang



Bulan lalu, saat saya main-main ke Lumajang, sempat terbesit pertanyaan, "kalau malam di Lumajang, apa yang menarik?"

Karena saya mendapat jawaban dari Har, "nggak ada yang menarik," maka tujuan saya satu-satunya hanya mencicip warung gaul ala anak Lumajang.

Luamajang, kabupaten di Jawa Timur yang cukup ramai. Tak seperti Magetan yang asli sepi, jalanan Lumajang kala malam ramai. Mungkin karena banyak dilalui transportasi menuju Bali. Jadi wajar saja.

Warung gaul ala anak muda Lumajang adalah Fresh Milk. Tempatnya cozy banyak kekayuan. Suka dari pandangan pertama.

Letaknya pas di perempatan jalan dekat SMAN 2 Lumajang, pusat kota.



Kekayuan dimana-mana tapi interiornya masih minim. Wajar saja. Karena ternyata, Fresh Milk ini baru dibuka Februari lalu. Kedai ini milik salah seorang pengusaha asal Semarang yang dulunya bernama Its's Milk.



Kenapa ganti nama? Kata mbak kasir, karena semula dua pengusaha pecah jadi masing-masing. Makanya, nama dan konsepnya dibuat agak beda dibanding sebelumnya.

Saat masih berlabel It's Milk, tempat ini cukup dikenal. Buktinya ada foto Raditya Dika yang talkshow di sini. Mayan...



Lucu, sih. Saya ototmatis langsung pilih lantai dua untuk nongkrong. Tapi sebenarnya, selain penasaran sama tempat nongkrong anak gaul Majang (sebutan pendek Lumajang), harga menu yang ditawarkan di sini bersahabat. Sangat bersahabat banget malah, buat saya. Mirip di Surabaya.


Mungkin karena letaknya di kabupaten, bukan kota, yang membuat harga makanan di tempat ini hemat di kantong saya. 

 Di sana, saya memesan makanan yang menurut saya murah. Ayam rica-rica bonus es teh cuma 10.000 rupiah saja! Tapi rasanya nggak jelas! =))

Untung saya suka ngemil, jadilah saya juga pesan es coklat dan kentang goreng.

Dan, di antara semua pesanan saya, yang PUWALIIING recomended cuma satu:
ES COKLAT!

Es coklatnya luar biasa lumeeer di lidah dan bikin menggelinjang. Asli. Setiap saya ngafe di kafe yang harganya mihil, kalah sama cokelat di sini. Kental dan nendang banget cokelatnya. Sampai kebayang-bayang. Dan yang bikin ngeces, harganya cuma 8.000 rupiah, Sodara! Mureeeh.


Jadi, kalau nanti ke Lumajang, kayaknya mau mampir ke sini lagi, deh! :D

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…