Skip to main content

Piknik Hemat di Selecta Batu


Kota Batu. Saya mengenalnya sejak masih balita, atau bisa saja sejak bayi. Betapa tidak, hampir setiap tahun saya pasti mampir ke Batu untuk berkunjung ke rumah saudara. Kalau pun enggak, saya pasti iseng hore-hore main ke kota kecil yang mirip dengan puncak Bogor. 

Udaranya sejuk dan dingin. Dulu, nggak pernah ada kata macet di sini. Tapi sekarang jangan ditanya. Kami hampir selalu cemas setiap berliburan ke Batu. Bukan apa-apa, macetnya nggak kira-kira. Makanya, kami memilih untuk pulang malam. Paling nggak, macetnya sedikit terurai. Pernah, kami pulang pukul 7 malam dari rumah saudara dan baru sampai Surabaya tepat pukul 3 dini hari saking nggak geraknya mobil di jalanan. Ngok.

Lebaran kemarin, kami berlibur ke Batu seperti biasa. Seperti biasa juga, kami mampir ke tempat wisata. Kali ini kami memilih untuk bermain ke Selecta. Alasannya, rerata dari anggota keluarga sudah belasan tahun nggak mampir. Apalagi Tita juga belum pernah tahu wajah Selecta, tempat wisata masa kecil kami. Wajar kami rindu. Penasaran seperti apa metamorfosanya.


Jalanan menuju Selecta ada dua jalur. Bisa melalui Kota Batu, bisa juga melalui Karangploso lanjut ke Bumiaji, Batu. Saya sarankan, pilih jalur kedua. Satu, pemandangannya kece karena naik turun gunung dan berliku. Dua, relatif sepi. Sebabnya, banyak sekali wisatawan yang memilih jalur Kota Batu untuk ke tempat wisata. Pasti macet.

Selecta merupakan tempat menghabiskan waktu yang dulu sering sekali kami pilih selain Songgoriti, Sengkaling, Tlogo Mas, dan beberapa tempat wisata jadul yang saya sudah lupa bentuknya seperti apa. Jauh sebelum ada Jatim Park Group yang kini menggurita. Dulu, di sini hanya ada kolam renang satu dan taman untuk menggelar tikar, piknik murah meriah. Terakhir saya ke Selecta saat kelas lima SD usia 10 tahun di momen darma wisata.
  



Sekarang, masih sama. Nggak banyak berubah. Hanya bertambah kolam renang, kebun bunga, dan aneka permainan murah meriah. Tiket masuknya hanya 25 ribu rupiah (dewasa) dan 15 ribu rupiah (anak-anak) bisa gegoleran sepuasnya. Untuk aneka permainan seperti ayunan raksasa, sepeda angin, kuda, dan bebek air dibanderol mulai 10 ribu rupiah saja. Yang paling asyik, di Selecta bisa banget bawa makanan. Beda dengan Jatim Park Group yang mau masuk harus diperiksa macam-macam. Di Selecta juga ada taman bunga aneka rupa yang bisa digunakan untuk foto-foto.


Overall, Selecta ini tempat wisata kece dan murah banget. Saat Jatim Park Group membanderol harga mihil dan penuh sesak,  Selecta masih adem ayem dengan keasriannya. Bisa banget buat wisata keluarga karena fasilitasnya bersih dan nyaman.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…