Skip to main content

Si Cantik Danau Kaolin

klik untuk memperjelas gambar

Danau Kaolin

Berkunjung ke Belitung, jangan lupa untuk melihat aktivitas penambangan di Danau Kaolin. Letaknya tak jauh dari Tugu Batu Satam, pusat kota Tanjungpandan. Tepatnya di Jalan Murai.


Tidak ada tiket masuk di sana. Gratis. Karena memang Danau Kaolin bukanlah tempat wisata. Tapi tempat penambangan kaolin yang masih aktif hingga kini dan dikelola swasta.

Dari namanya terdengar cantik. Begitu pula rupanya.


Sesaat setelah memarkir motor di tepi jalan, menjejakkan kaki, alarm keindahan pada mata akan mendeteksi. Hamparan 'pasir' putih terbentang luas. Luas banget. Gundukan kaolin menghiasi tepian danau cantik di tengahnya.


Ya, Danau Kaolin adalah sebuah danau yang terjadi akibat penambangan kaolin, sebuah zat kimia yang banyak ditemukan sebagai bahan pembuat kosmetik dan cat. Untuk membuat rupa wanita cantik, wajah Danau Kaolin juga setara. Sama cantik. Tapi tetap saja, itu merupakan bentuk dari kerusakan lingkungan.Sebabnya, danau terjadi ketika kaolin dieksplorasi massal dan membentuk cekungan berisi air hujan. Pantas saja, wajah Belitung dari pesawat tampak penuh cekung.

Ada gradasi warna biru kehijauan yang terbentuk bertabrakan dengan hamparan 'pasir' putih dan langit membiru. Biru jernih. Satu dua pepohonan menghiasi, memadu warna kontras.


Di siang terik, aktivitas penambangan tidak berhenti. Bahkan semakin giat. Panas sudah barang tentu. Tapi tidak berasa. Sebabnya, angin semilir akan menemani menghabiskan waktu siang menjelang sore.

 
Berwarna putih, berwarna tosca, Danau Kaolin tidak mengeluarkan aroma--seperti yang biasa tercium kala di kawah. Konon, di sini merupakan tempat yang ciamik untuk menunggu waktu sunrise tiba. Mau coba?


Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…