Skip to main content

Bajo View: Penginapan dengan View Labuan Bajo

Welcome

Hari kedua di Flores Barat, saya memutuskan untuk pindah dari Cool Corner. Bukan apa-apa, ini sebab travelmate saya sudah memesan slot kamar di Bajo View. Saya dapat referensi penginapan dari booking.com as always. Harga yang ditawarkan perorang 85.000 rupiah perhari dengan view biasa dan 95.000 rupiah dengan view mengadap laut. Harga ini mahal ya, karena tidak mendapat fasilitas apapun selain view cantik Labuan Bajo. Ya, penginapan ini memang hanya menjual view dan tempat tidur yang asyik serta menarik.

Letak Bajo View tentu saja lebih tinggi dibandingkan penginapan lain di Sukarno Hatta (jalan utama Labuan Bajo). Untuk mencapainya harus terengah-engah mendaki. Cukup menyita tenaga bagi saya yang di hari pertama sampai Labuan Bajo sempat kecelakaan motor :)). Tapi sesampainya di atas, semua terbayar lunas. View pelabuhan Labuan Bajo cantik! Apalagi kala sunset tiba.

Teras untuk bersantai view pelabuhan
 
Sebenarnya, penginapan Bajo View tidak luas. Hanya pengelola memasang tenda warna-warni dengan bed di lantai dilengkapi kipas angin *kipas angin hanya berguna hanya sampai sore hari, karena Flores saat malam hingga subuh paginya amit-amit*. Jadi berasa kemping. Tempatnya unik dan bersih, ini yang menjadi poin utama buat saya. Apalagi kamar mandinya. Meski sharing room, tapi tetap bersih sepanjang waktu.

Bajo View

Kamar
 
Sama halnya dengan penginapan bahkan rumah penduduk di sana, air di Bajo View irit. Ini karena air sangat susah dan ditampung dalam bentuk tandon-tandon. Tandon baru diisi setiap 2-3 hari sekali. Ya, maklum saja kalau debit airnya sedikit di jam-jam tertentu. Di sini, pengunjung dilarang mencuci baju. Tapi, karena saya darurat tidak punya baju bersih lagi, saya putuskan untuk cuci baju. Saya baru tahu jika dilarang mencuci saat baju sudah bersih dan saya pakai *plak!:))*.

Ada tempat nongkrong asyik di Bajo View dan ini digunakan sebagai tempat menunggu sunset ramai-ramai.


Sebenarnya, saya hanya menginap sehari semalam di Bajo View, tapi karena satu dan lain hal, kami menambah sehari lagi. Dan di sinilah anehnya Bajo View. Jika extend sehari biaya inap lebih mahal. Bukan lagi 85.000 rupiah perhari, tapi jadi 105.000 rupiah perhari. Saya sudah tanya alasannya, karena dimana-mana tulisan menginap di Bajo View 85.000 rupiah perhari perorang. Lah ini extend malah lebih mahal. Gondok juga! -______-"

Part of sunset time

Sunset

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…