Skip to main content

Tips Packing Ringkas

Hari gini traveling semacam sudah menjadi candu ya. Tapi, cek dulu, apakah gaya packing kalian sudah benar? Jangan-jangan selama ini kalian masih terlalu banyak membawa baju saat traveling. Padahal sebenarnya nggak butuh amat. Ini tips packing ringkas dari saya. Namanya juga ringkas, jadi seadanya, seringkasnya :)).

1. Pastikan jumlah baju yang dibawa
Kalian mau pergi berapa hari? Mau ganti baju berapa jam sekali. Ini penting untuk menghemat ruang dalam tas yang bakal kalian bawa. Semisal saya, untuk pergi selama empat hari, saya hanya membawa tiga baju ganti dan satu baju yang dipakai. Di tengah-tengah hari bisa cuci baju kalau dirasa kurang. Sebisa mungkin bawa baju berbahan tipis saja. Kalau saya lebih suka bawa kaus, lebih nyaman.

Untuk celana, bepergian selama empat hari, saya membawa dua celana bahan (satu buat tidur, satu lainnya untuk snorkling) dan satu celana kain yang dipakai di luar kedua waktu di atas.

2. Gulung pakaian 
Gulung pakaian dengan erat atau ikat dengan pita/ tali/ karet. Ini untuk memberi lebih banyak ruang kosong di dalam backpack. Lebih bagus lagi kalau dipisahkan antara kaus dan celana di dalam kantung tas yang berbeda.


 Hemat ruang tas

 3. Pisahkan printilan kecil di dalam tas lain
Perlengkapan mandi (yang sudah distok dalam botol kecil-kecil. Mis: sabun cair dalam botol 15 mL), pakaian dalam, mukena, dan charger aneka rupa adalah benda printilan yang nggak boleh ditinggalkan kala traveling. Untuk itu pisahkan keempat printilan penting dalam tas kecil berbeda-beda. Untuk pakaian dalam, jangan lupa digulung juga ya. Memisahkan printilan kecil nan wajib akan memudahkan kalian saat berkemas dan mudah mencari barang saat dibutuhkan.

Wajib: mukena, charger, pakaian dalam, dan perlengkapan mandi

4. Packing
Packing dengan ringkas. Pertama, pakaian yang sudah digulung dimasukkan ke dalam backpack dan dimampatkan. Kemudian di bagian atas, tas printilan kecil menyusul dipacking. Susunan tas kecil disusun berdasarkan prioritas yang paling sering digunakan. Misalkan mukena letakkan di bagian paling atas dekat resleting. Jangan sekali-sekali meletakkan dompet di dalam backpack karena akan sulit mengambilnya.
   
Packing singkat dan ringkas
5. Bepergian nyaman
 Bepergian nyaman bisa kalian dapatkan jika packing dengan cara ringkas di atas kalian coba. Simpel dan pasaran ya, tapi itu membantu selama saya keluyuran, sih :)). Hasilnya, barang bawaan saya seperti ini.

Ringkas

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…