Sunday, September 20, 2015

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari
  
Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.

Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.

Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama tinggal di kapal, wisatawan akan mendapatkan makan tiga kali sehari plus air minum sepuasnya. Mau tidur nyaman? Tinggal pilih kapal kabin. Kapal kabin menyediakan matras, bantal, dan selimut. Nyaman gitu. Atau mau irit? Pilih kapal deck ada yang dengan matras, ada pula yang tidak. Biasanya ada beda sampai 500 ribu rupiah antara kapal kabin dan deck. Nah, kapal-kapal yang saya kontak ini semuanya menawarkan paket LOB. Semakin banyak yang ikut, semakin murah. Rangenya Rp 1.650.000-4.400.000 tergantung kelihaian menawar. Harga segitu ada juga yang bisa ditawar kok. Meski ada juga yang saklek.

Kapal Pak Ibrahim
Tapi saya tidak menggunakan LOB. Berdasarkan kalkulasi kasar saya, harga yang dihabiskan Rp 1.650.000 selama 3H2M itu bikin sesak napas. Apalagi selama 3H2M hanya tinggal di kapal dan melihat lautan. Sementara saya tipikal orang yang gampang bosan jika berada dalam kondisi statis. Makanya, saya pilih ngeteng dengan anggaran yang lebih masuk akal. Apalagi kalau perginya rame-rame. 

Ngeteng di sini maksudnya adalah pergi pagi pulang sore. Wisatawan bisa pilih tujuan semaunya. Iya, semaunya. Asyiknya ngeteng, saya masih bisa keliaran malam-malam nyari makan di Kampung Ujung, belanja di pasar sambil jalan kaki, dan jalan-jalan pakai motor--meskipun pada akhirnya motor jarang dipakai setelah saya kecelakaan.

Tujuan island hopping saya pertama adalah: Pulau Kelor, Pulau Sebayur Kecil, Pulau Kanawa, dan Pulau Bidadari. Persis dengan tujuan kalau ambil paket LOB. Malah ada juga jasa LOB yang hanya ke Pulau Kanawa, Pulau Kelor dilanjutkan bermalam di Pulau Kalong untuk melihat ribuan kelelawar keluar masuk goa. Lebih sedikit tujuannya. 

Mestinya, Pulau Sebayur Kecil nggak masuk dalam list saya. Tapi, melihat kondisi saya dan teman habis kecelakaan dan masih berdarah-darah, nggak memungkinkan untuk treking ke Pulau Rinca. Nggak lucu juga kalau ada anak komodo tiba-tiba minta main bareng. Mi ayam masih enak.

Kapal deck
 
Sementara di hari kedua, perjalanan island hopping lebih jauh. Yakni di sekitar Taman Nasional Pulau Komodo. Kalau mau ke sini, biasanya kapten kapal menyarankan untuk berangkat subuh alias pagi buta. Jam lima teng! Jarak dan ombaknya yang lumayan jadi alasan kenapa harus pergi pagi buta. Tujuannya ke Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pantai Pink.  

Well, berikut adalah itinerary, rincian biaya, tips, dan trik saya selama di Labuan Bajo, tempat kece yang pingin saya datangi lagi. Kapan-kapan. Kalau tiket pesawat sudah murah *mimpi*.

Day 1, sampai di Labuan Bajo pukul 9.30

  
Kampung Ujung 
 
1. Ojek dari bandara ke pelabuhan (Rp 5.000). Pilih ojek di luar bandara ya. Jalan sedikit ke arah parkiran. Kebanyakan tukang ojek yang menawarkan diri selepas wisatawan keluar dari bandara, harganya paling murah Rp 20.000. Kalau mau murah lagi, jalan kaki. Nggak jauh kok. Tapi saya pilih naik ojek.

2. Sampai di Jl. Soekarno-Hatta (main street), saya menyewa motor di Pippos Rental (0812-3740-3304) harganya Rp 75.000 perhari dan nggak bisa ditawar. Ini dibagi berdua, jadi perorang Rp 37.500.

3. Menginap di Cool Corner bunk bed campuran perharinya Rp 60.000.

4. Untuk isi bensin, hanya ada dua SPBU di Labuan Bajo. Kalau mau antre, antrenya lumayan lama, 20-25 menit. Sebab, warga lokal banyak membeli dalam bentuk jerigen untuk dijual kembali atau untuk mengisi kapal. Makanya, di tepian jalan Labuan Bajo buanyaaak banget penjual bensin eceran yang perbotolnya (1 liter) dibanderol Rp 15.000. Kalau saya, pilih antre untuk mengisi tanki penuh Rp 22.000. Sekalian SKSD sama warga lokal.

5. Saya mampir ke Goa Batu Cermin, tempat wisata asyik tapi nggak banyak dikunjungi. Sepi. Tapi ceritanya keren sekali. Nanti kapan-kapan saya tulis. Tiket masuknya Rp 10.000, tiket senter dan helm Rp 10.000, dan tiket guide (ini tentatif) Rp 10.000.

6. Mencicipi makan malam di Kampung Ujung. Dominan yang dijual adalah hasil tangkapan nelayan. Aneka jenis ikan berbumbu dan rasanya enaaak! Jarang-jarang saya suka Ikan Bakar. Harganya Rp 45.000 untuk ikan dan satu porsi nasi. Kami memesan dua porsi nasi, satu ikan, dan tiga gelas es teh. Totalnya Rp 60.000 dibagi dua. Jadi Rp 30.000 perorang.

7. Ada banyak toko kelontong di sana. Jajan untuk bekal selama di kapal esok hari, Rp 32.000.

8. Sewa snorkle 2 hari Rp 40.000 (@ Rp 20.000). Tempat sewanya di sebelah Cool Corner, namanya Christian's Adventure Tour (0813-3799-3651).

9. Di sana, hanya operator Simpati yang bisa nyala. Sisanya seketika tewas selepas landing. Saya beli kartu Simpati isi Rp 10.000 seharga Rp 20.000.
Total pengeluaran Day 1 Rp 233.500
 
Day 2, Island Hopping

Pulau Kelor 

1. Saya ngeteng memakai jasa Pak Ibrahim yang memang satu bulan sebelumnya sudah saya kontak. Harganya paling masuk akal dibanding kapal lain, hanya Rp 650.000 untuk empat pulau tujuan kami. Sementara kapal lain kebanyakan memasang tarif Rp 500.000 untuk satu pulau saja. Kontak Pak Ibrahim yang super duper ramah meskipun banyak sumpah 0853-3709-9662. Bilang saja dari Tika dari Surabaya yang diantar barengan Harman. Insyaallah beliau ingat *kepedean!:))*. Oh ya, ini dibagi dua yaa, jadi Rp 325.000 perorang. BTW, harga dari Pak Ibrahim ini memang murah banget, tapi bergantung pada harga minyak. Jadi fluktuatif. Kalau pas telepon harganya berbeda dengan saya, harap maklum yaa :).

2. Penginapan Bajo View menjadi persinggahan kami hari berikutnya. Harganya Rp 85.000 perorang dibooking via Booking.com.

3. Makan malam Soto Ayam dekat dengan Bajo View (dasar lidah Jawa, jauh-jauh ke NTT pesennya Soto Ayam :p) Rp 20.000 sudah termasuk es teh, kerupuk, dan depalaya (makanan sejenis roti bertabur wijen khas Bajo yang legitnya amit-amit).

4. Beli bekal untuk island hopping berikutnya Rp 16.000
Total pengeluaran Day 2 Rp 446.000

Day 3, Island Hopping

Pulau Komodo 

1. Sewa kapal hari kedua masih sama Pak Ibrahim nan tersumpah tapi baik hati serta humoris dan tidak sombong. Karena jarak tempuhnya jauh, harga kapalnya berbeda. Yakni Rp 1.000.000 dibagi berdua jadi Rp 500.000.

2. Tiket masuk ke Pulau Padar. Ini ada tiketnya, guys. Tapi tawarlah semampu kalian. Karena polhutnya galak. Lucky me, Pak Ibrahim membantu kami agar masuk tanpa bayar. Tanpa sobek karcis. Dari yang seharusnya saya bayar Rp 131.000 berdua menjadi hanya Rp 31.000 (masing-masing Rp 15.500), itu pun semestinya gratis. Tapi saya tetap beri ke polhut tanpa tiket masuk. Dulunya, Pulau Padar hanya menjual view eksotis. Tapi sekarang jadi komersil. Katanya, komodo mulai bermigrasi ke pulau ini. Makanya, diperlukan biaya ranger Rp 100.000 untuk menemani wisatawan. Padahal, sejauh mata memandang, nggak ada ranger sama sekali di sini.

3. Tiket masuk Pulau Komodo lumayan juga. Kami bayar Rp 140.000 untuk berdua atau Rp 70.000 perorang dengan banyak tiket. Begini rincian biaya perorang. Rp 20.000 untuk masuk Pulau Komodo dan Rinca, sepaket. Rp 5.000 karcis wisata alam hiking-climbing. Rp 5.000 karcis masuk pengunjung. Rp 80.000 perkelompok untuk biaya ranger. Kalau mau ke Rinca, hanya bayar ranger saja jadinya.

4. Makan malam terakhir kami kembali ke Kampung Ujung. Menunya, Nasi Goreng (dasar ilat Jowo!:))) plus telur dan kerupuk. Harganya standar mirip di Surabaya, hanya Rp 12.500 perorang. Total makan malam Rp 17.000

5. Bayar Bajo View lagi buat extend Rp 105.000. Iya, extend malah lebih mahal! *masih gondok*.
Total pengeluaran Day 3 Rp 707.500

Day 4, Pulang 
Hanya ojek ke bandara Rp 5.000

Total keseluruhan selama di Labuan Bajo Rp 1.392.000 perorang.

Lumayan murah ya. Harga tersebut tidak termasuk biaya mengganti kerusakan motor saat kecelakaan (Rp 400.000 hasil nawar yang nggak peduli dengan tampang bapak yang memelas. Tongpes), biaya perawatan di puskesmas, mereka menyebutnya rumah sakit (Rp 50.000, BPJS nggak berlaku), beli oleh-oleh kaus dan kain tenun yang harganya rahasia. 

Saat ngos-ngosan ngejar pesawat di Bali (pesawat dari Labuan Bajo-Bali, Bali-Surabaya hanya berjarak kurang dari 25 menit, untung udah e-boarding di Bajo View), saya mikir, gimana caranya balik modal setelah gila-gilaan belanja di Labuan Bajo? Gimana caranya?

Caranya, saya berhenti jalan-jalan tepat setelah jatah cuti tahunan dinyatakan habis. Artinya, saya harus betah di Surabaya sampai Desember. Terima kasih Tuhan. Caramu mengembalikan modal saya begitu indah:)). 

Jadi, tertarik nggak ke Labuan Bajo? Saya, sih, masih sangat tertarik.

Roti penunda lapar murah meriah tapi enak cuma Rp 2000

Depalaya perbiji Rp 1000


*Kontak kapal-kapal yang menawarkan LOB:
-  Traveloista (0856-9271-1988) perorang 3H2M Rp 3.650.000 all in.
- Heri Anu (0812-3682-6044) perorang perhari Rp 2.000.000 (open deck) Rp 3.200.000 (kabin) all in.
- Supardi *paling murah nawarin LOB! dan bisa dinego* (0813-3826-2307) all in.
- *Lupa siapa namanya* (0812-3753-1045) 3H2M kena Rp 4.250.000 perorang all in.
- Tamasyeah berangkat dari Lombok (0821-1202-5400) 4H4M kena Rp 1.700.000 perorang all in.
- Pak Mat (0821-4570-4054) ini juga lumayan murah.
Post a Comment