Saturday, September 12, 2015

Masuk Jawa Pos Lagi! :))

"Kamu kalau cari suami kayaknya pingin yang punya hobi sama, deh," beberapa teman bertutur pada saya, suatu waktu.

Saya ngakak. "Kok bisa?"

"Iya, kamu kan suka jalan. Nggak kebayang kalau kamu dapat suami yang sukanya diam di rumah. Pasti kamu nggak betah."

HAHAHA. Sebenarnya itu terlalu jauh. Kejauhanlah ngomongin suami. Di kehidupan saya saat ini, sejatinya memang begitu. Gampang bosan kalau hidup di satu tempat saja.

Makanya, saya selalu punya rencana agar bisa pergi ke satu tempat hanya untuk mengusir bosan. Makanya juga, saya harus membagi tabungan untuk meladeni hal itu.

Beberapa hari terakhir saya menghitung bulan hingga Desember. Cuti tahunan saya sudah habis. Saya bingung, selama empat bulan ke depan mau ke mana *seriusamatpokoknyakalaumikirjalanjalan:))*.

Nah, biasanya, kalau sedang bermuram durja demikian, saya punya obat tersendiri. Yaitu menulis. Hitung-hitung sebagi terapi.

Rabu pagi, saya ngebut menulis cerita tentang Amed, Bali. Satu tempat yang memberikan saya kesan mendalam. Tentang pelarian saya dari keseharian. Niatnya, saya kirimkan ke media cetak tetangga. Masuk untung. Nggak masuk ya sudahlah.

Lucunya, Jumat pagi kemarin, saat koran tiba di rumah, saya menemukan tulisan tersebut di media cetak. Saya ngakak. Senanglah, tentu saja. Ini sebagai obat penyembuh hati yang luka *pret:))*.

Ini tulisan kedua saya yang dimuat di koran yang sama. Yang pertama tentang solo backpacking ke Dieng.

Bedanya, dulu rubrik Traveling hanya dikhususkan bagi perempuan dengan mengirimkan cerita ke her_journey@jawapos.co.id. Kalau sekarang, men and woman allowed dengan mengirimkan naskah dan foto ke traveling@jawapos.co.id. Hadiahnya sama, suvenir.

Mayan ya, yang penting bisa menyembuhkan hati yang luka:)).

Jawa Pos For Her edisi 27 November 2014

Jawa Pos For Her edisi 11 September 2015.

Post a Comment