Friday, October 30, 2015

Dilarang Baper di Pantai Padang-Padang!

Segeeer!
  
Everyday is holiday in Bali.
Kiasan tersebut saya temukan di Pabrik Kata-kata Joger dan bisa dibenarkan saat saya bertandang ke Bali di hari biasa. Senin agak siang, saya berkendara ke daerah Uluwatu. Sampai di Pecatu, sebuah papan penunjuk arah mengisyaratkan motor dan pengemudinya untuk menyusuri Pantai Padang-Padang, salah satu tempat eksotis di frame Eat, Pray, Love.

Ya kali, eksotis kalau bawa pasangan. Lah, kalau sendirian?
Dilarang baper! :))  

Sebenarnya, Pantai Padang-Padang atau Labuan Sait ini terletak satu garis lurus dengan Kuta, Legian, dan Tanah Lot. Tapi berbeda. Padang-Padang ternyata punya kecantikan tersendiri. Serius.

 
Suasana di Labuan Sait
  
Kali pertama saya parkir motor, Bapak penjaga menyapa. Beliau bertanya seolah nggak yakin kenapa saya baru kali pertama datang ke sana. Saya sendiri juga nggak ngerti kenapa saya baru kala itu singgah di situ.

Percayalah, di Padang-Padang, di Senin yang menyengat hangat, parkiran motor padat. Betul-betul suasana liburan.

Dari parkir motor, pengunjung harus menyusuri goa karena Padang-Padang letaknya di bawah. Lumayan bikin ngos-ngosan meski nggak separah Pantai Bingin

 
Dari tangga serupa goa 

Lalu, ketika sampai di bibir tangga, hamparan manusia berbikini menyambut. Asli seketika kesan saya menuju ke Kenjeran atau Dalegan saking sesaknya. Hahaha. Cuma bedanya, pasir di Padang-Padang putih bersih. Langitnya biru dengan awan-awan menggumpal. Airnya jernih menghijau. Ombaknya beriak pelan. Anginnya semilir. Panasnya ampun DJ.
  
 
Byuuuh ramai!
  
Saking banyaknya turis domestik atau pun wisman, saya sampai nggak ngerti mau ngapain. Berteduh? Nggak mungkin. Uang saya nggak banyak, apalagi hanya untuk sewa payung tenda. Duduk santai? Bisa, sih, sambil bersandar di bebatuan. Tapi panasnya nggak tahan. Gerah. Belanja? Nggak mungkin. Tas udah kepenuhan. Surfing? Makin nggak mungkin.

Trus... ngapain dong? 

Sotrek cepet-cepet lalu balik kanan. Udah gitu doang. Boro-boro menikmati air laut semacam Julia Roberts. Apalagi romantis-romantisan sama pasangan. Nggak kepikiran! :)))

 
Bisa belajar surfing
 
Sebenarnya, beneran bagus Pantai Padang-Padang ini. Bisa buat santai sambil membaca, melukis, dengar musik, belajar motret, kalau sepi. Apalagi buat wisata keluarga. Sebab ombaknya lumayan tenang, cocok buat belajar bermain surfing. Banyak juga bule yang mengajari anaknya buat surfing di sini. Tapi, karena ramai, panas, dan gerah, jadi enggak bagus lagi. Gini ngakunya suka pantai:)).

 
Tanning juga bisa, Jay!
 
Oh ya! Letak Padang-Padang ini dekat sekali dengan Pantai Bingin dan Uluwatu. Searah juga dengan Dreamland, Pandawa, dan GWK. Jadi kalau mampir ke daerah Pecatu, bisa langsung dibabat semuanya.  

Memang, sejak Eat, Pray, Love ada, Padang-Padang jadi ramai. Ekonomi warga lokal pun mengeliat. Tapi kini sepinya Padang-Padang hanya tinggal kenangan. Sudah jarang pantai di kawasan penuh tebing itu sepi. Bikin yang ingin nyari ketenangan hidup gerah. Semacam saya begini.

BTW, masuk Padang-Padang gratis!

Dan dilarang baper!

 Harusnya bisa tenang di sini
Post a Comment