Skip to main content

Mencuri Pandang Kecantikan Pantai Srau di Pacitan


  
Hup!

Jika malam tahun baru kebanyakan habis di tengah desakan masyarakat Surabaya--yang tumplek blek di titik keramaian--maka kami berbeda. Kami sekeluarga memilih mengasingkan diri ke tempat lain tepat jam 12 malam teng. Jarang-jarang kami sekeluarga jalan-jalan lengkap begini, kecuali hari raya.

Setelah berunding dengan proses yang berdarah-darah saking rempongnya, akhirnya Pacitan dipilih karena penasaran. Dua tahun lalu sebenarnya saya pernah ke Pacitan bareng Plurker Surabaya, tapi nggak masalah selama sama keluarga. 

Perjalanan Surabaya-Pacitan ditempuh kurang lebih tujuh-delapan jam ditotal dengan mampir salat Subuh di Ponorogo. Tepat tanggal 1 Januari, kami berpikir bahwa tempat wisata Pacitan agaknya sepi. Tapi, alangkah terkejutnya kami ketika terjebak di antara kemacetan sepanjang lima kilometer. WOW!

Jangan remehkan Pacitan, tempat kelahiran Pak SBY, ini. Sebab, kabupaten yang sepi dan rapi tersebut ternyata memiliki magnet tersendiri. Khususnya Pantai Klayar yang dikenal dengan suling bambu atau banyu nggebros. Lupakan Klayar saat hari libur kalau nggak ingin makan hati dengan kemacetan. Pacitan masih punya buanyak pantai yang nggak kalah cantik. Salah satunya Pantai Srau.
 
Nyiur melambai

Nggak kalah cantik

Letak Pantai Srau jauh dari Pantai Klayar, sekira setengah jam jika ditempuh menggunakan mobil pribadi. Tapi lokasinya jauh lebih sepi dibandingkan dengan Klayar--yang hari libur mingguan pun sangat mengular. Layaknya Klayar yang fenomenal itu, Pantai Srau adalah pantai selatan yang patut diwaspadai. Nggak lucu, kan, kalau pas main air tiba-tiba keseret ombak. Sudah banyak contoh kasus yang bisa dijadikan pelajaran.

Bisa mancing

Letak Pacitan segaris dengan Gunung Kidul Jogjakarta. Nggak heran struktur pantainya bertebing dengan ombak ganas dan air laut biru tua, menunjukkan betapa dalam isinya. Di tebing Pantai Srau, siapapun bisa melihat pantai dari atas. Namun ingat, tetap waspada. Di tebing tersebut juga dapat memancing ikan yang hanya dilakukan oleh kalangan profesional. 

Happy family

Pantai Srau memiliki tiga titik pandang yang berbeda karakter. Titik pandang pertama paling ramai. Sementara titik pandang dua cenderung sepi karena ombaknya terkesan lebih ganas meski ada tebing yang memecah ombak di tengah-tengah. Jarang ada yang berani bermain air di sini. Nggak heran, banyaknya titik sering dimanfaatkan para ulama untuk menentukan kapan ramadan dan lebaran tiba, mencai hilal. 

Titik dua

Kalau titik dua ombaknya lebih ganas, maka titik ketiga sangat layak dijadikan tempat untuk menunggu sunset. Sunset di sini nggak kalah cantik dengan di Kuta, Bali. Syahdu. Awan-awan berarakan mampu menciptakan pemandangan magis yang menenangkan pikiran. Nggak heran kalau pikiran saya masih melayang mengingatnya. 

  
Surya tenggelam

Masuk ke Pantai Srau siapapun hanya dikenai biaya lima ribu rupiah kalau nggak salah ingat. Harga yang cukup murah dengan pemandangan yang ciamik soro. Yang mengasyikkan, harga makanan dan minuman di sini nggak kalah hemat. Ini yang bikin kami betah berlama-lama di sini. Perut kenyang, hati senang. 

Kasih ibu sepanjang masa

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…