Skip to main content

Itinerary Lengkap dan Murah ke Makassar


Makassar di anjungan Pantai Losari

Tanggal 28-31 Januari kemarin, saya dan sembilan teman ngetrip ke Makassar. Berbekal satu juta rupiah, kami bisa berkeliling Sulawesi Selatan dengan itinerary yang lumayan bikin ngos-ngosan di jalan. Jaraknya berjauhan, euy! Berikut itinerary dan rincian biaya yang sukses bikin pak sopir nan budiman tepar, hehe.

Day 1:
10.05-11.00 Masih nggelibet di Bandara Hasanuddin (sewa elf 6 juta @600 ribu)
11.00-12.00 Otw buat makan Coto Makassar Dili, Maros (perporsi 20 ribu)
12.00-12.30 Otw Bantimurung
13.00-15.00 Keliling Bantimurung (tiket masuk @25 ribu, kalau masuk museum plus 5 ribu)
15.00-15.30 Otw ke Rammang-rammang, Maros
15.30-17.00 Keliling Rammang-rammang (perahu 250 ribu @25 ribu tiket masuk @2500)
17.00-01.30 Perjalanan Tana Toraja, mampir makan Sop Sodara (@20 ribu)
01.30-06.00 Istirahat di Rantepao (nebeng di rumah tantenya Fatma)

Day 2:
06.00-08.00 Bebersih dan sarapan dangkot
08.00-08.30 Otw Gunung Singki’ Toraja Utara
08.30-09.00 Keliling Gunung Singki’ Toraja Utara (no entrance)
09.00-09.30 Otw Rumah Tongkonan, Desa Sa’dan, Malimbong
09.00-11.00 Rumah Tongkonan, Desa Sa’dan, Malimbong (tiket @6 ribu)
11.00-13.00 Pertokoan Toraja Utara (foya-foya sambil nunggu Jumatan kelar)
13.00-13.30 Otw Ke’te Kesu
13.30-15.00 Keliling Ke’te Kesu (tiket masuk @10 ribu)
15.00-15.30 Balik ke Rantepao beberes buat ke Bulukumba via Makassar (bayangin rutenya!)
15.30-16.30 Makan siang
16.30-18.00 Perjalanan ke Gunung Nona di Enrekang
18.00-19.00 Nongkrong ketjeh di Gunung Nona (ngelemesin persendian sambil ngeteh, no entrance)
19.00-23.00 Otw Makassar mampir makan duren di tepi pantai (1 ikat isi 3 buah 25 ribu)
23.00-00.30 Otw Makassar
 
Team!
 
Day 3
00.30-02.30 Tidur di SPBU, sopirnya tepar karena flu dan pegel *sungkem ke Pak Aksan*
02.30-05.00 Otw Makassar mampir buat subuhan sambil ngoceh punggung remuk :))
05.00-09.00 Otw Makassar ke Bulukumba via Janeponto
09.00-09.30 Mampir ke pembuatan kapal phinisi (no entrance)
09.30-10.30 Sarapan di Warung Solo mampir ke Islamic Centre Dato’ Tiro, Bulukumba
10.30-12.00 Pantai Apparalang, Bulukumba (@3 ribu)
12.00-12.30 Otw Tanjung Bira, Bulukumba
12.30-18.30 Tanjung Bira dan Penyu (@15 ribu, kapal 400 ribu @40 ribu incl.snorkling, penyu @10 ribu)
18.30-23.00 Otw Makassar mampir makan malam (antara @6-10 ribu)
23.00-01.30 Otw Makassar
01.30-06.00 Istirahat di Makassar (nebeng di rumah kakaknya Fatma)

Day 4:
06.00-09.00 Bebersih
09.00-10.30 Otw dan sarapan Nasi Kuning di sunmor Losari (@15 ribu)
10.30-14.00 Pulau Samalona dan Kodingareng Keke (kapal 500 ribu @50 ribu) snorkel (@25 ribu)
14.30-16.00 Otw makan Mie Titi (@22 ribu)
16.00-17.00 Benteng Rotterdam (seikhlasnya 5000 buat bersepuluh)
17.00-18.00 Masjid Apung, Pantai Losari, dan makan Pisang Epe-Sarabba (@20 ribu)
18.00-18.30 Perjalanan Bandara Hasanuddin
Total biaya yang dikeluarkan di atas (943.500 rupiah) ditambah pengeluaran air mineral dan cemilan (34.500 rupiah). Sisa 22.000 rupiah.

Bareng Pak Aksan, sopir yang luar biasa tahan ngantuk :))

Melihat itinerarynya memang kacau. Saya sengaja memampatkan waktu dengan habis di jalan demi tahu Tana Toraja dan Bulukumba. Idealnya, main-main ke Makassar dengan rute seperti saya bisa dinikmati selama lima hari. Jadi, nggak terlalu capek di jalan. Kasihan Pak Aksan, sopir kami, juga, sih. Matanya sampai merah gegara kurang tidur. Sempat saya mengusulkan untuk ada sopir alternatif, tapi ditolak sama Pak Jupri, pemilik Berdikari Rent Car. Oh iya, harga sewa elf selama empat hari senilai 6 juta itu termasuk worth it ya, mengingat jalur yang kami tempuh memang nggak manusiawi, hehe.

Selama di Tanjung Bira dan Samalona-Kodingareng Keke, pintar-pintarlah menawar kapal. Saya dapat harga speed boat 400 ribu di Bira sudah termasuk sepuluh alat snorkle dan life vest. ini paling murah. Lalu, di Kodingareng Keke dan Samalona, kapal seharga 500 ribu rupiah dianggap wajar dan murah oleh teman asal Makassar. Sebab, biasanya untuk ke Kodingareng Keke saja kena 350 ribu rupiah. Harga pertanggal 29 dan 31 Januari 2016 dengan harga solar 5.650 rupiah perliter.

Kontak sewa elf: Pak Jupri Berdikari Car Rent (0812-4234-057)

Kontak sewa kapal Bira: Pak Tatri (0852-9972-8534)

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…