Skip to main content

Business Trip di Surabaya, Bermalam di Aria Centra

Suatu ketika ada obrolan mahapenting terkait inap-menginap yang dilontarkan oleh kawan di lapak langganan. Dalam obrolan nan penting itu saya hanya berkesempatan untuk tertawa dan berkomentar, "Lah, ngapain capek-capek keluar duit hanya untuk menginap di kota sendiri?".

Kala itu pertanyaan yang diajukan adalah pernah kah saya menjajal berlibur di kota sendiri dan bermalam di hotel berbintang?

Lobby 

View penuh
 
Yaaa, boro-boro! Saya kan tipikal traveller kere yang nggak punya banyak uang untuk dihabiskan dengan menginap di hotel berbintang. Aalagi di kota sendiri dan masih sendiri. Ngapaaaainn coba? :)))

Tapi lima hari lalu saya mendapatkan penawaran yang sayang banget buat dilewatkan. Penawaran trial stay di Aria Centra Hotel Surabaya. Masa iya, penawaran cuma-cuma ditolak? Kecil kemungkinan, sih, kalau saya nolak yang gratisan begitu, apalagi di hotel bintang empat *ditendang*.

Jadi, kemarin malam sepulang ngantor, saya langsung check in ke Aria Centra Hotel. Tempatnya nggak jauh dari kantor saya yang ada di Surabaya selatan. Tepatnya di jantung kota Surabaya.

Lobby
 
Yes! Aria Centra Hotel Surabaya ini memang berada di pusat keramaian Kota Pahlawan. Pusatnya detak  kehidupan perekonomian kota metropolitan kedua berada. Jadi, kalau untuk urusan bisnis di Surabaya, nggak salah juga kalau menginap di sini. Kemana-mana dekat. Mau ke Balai Kota Surabaya? 5 menit aja. Kantor Negara Grahadi? 10 menit. Mau ke mal untuk urusan bisnis entertainment? jalan kaki 10 menit juga sudah sampai. Kalau dari bandara sekira 30 menit ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat. Mayan, kan?

Kali pertama saya sampai di Aria Centra Hotel Surabaya, yang saya lakukan adalah mencicipi menu makan malam dengan menu western dan traditional. Bocoran, Sweet Corn Soupnya enaaaak! Banyak MSG yang bikin menggelinjang hore saking nagihnya *maklum ya, generasi 90an kan emang doyan MSG. Menyehatkan soalnya :p*.

Saya mendapatkan kamar nomor 1009 dengan view gedung bertingkat Surabaya. Jangan tanya gimana rasanya, pagi jam 6 udah mentereng aja kamar saking silaunya cahaya matahari kalau tirai dibuka. Surabaya, Meeen! :)))

Kamar

Sky view

Aria Centra Hotel Surabaya ini punya 173 kamar, standar sampai presidensial suite dipatok dari harga 725 ribu sudah include breakfast. Tapi, di masa promo sampai pertengahan Mei 2016 ini cuma dipatok 412 ribu aja (room only). Lalu ada lima meeting room yang dibedakan berdasarkan kapasitas peserta. Dan, menariknya, gedung hotel 19 lantai ini, nantinya akan dilengkapi dengan sky lounge di lantai teratas plus kolam renang yang kini masih dalam tahap pembangunan. Weeeh, mayan banget, kan?

Resto tjiamik
 
Untuk ukuran hotel baru, Aria Centra Hotel Surabaya ini tergolong berani. Kenapa? Karena setahun ini di Surabaya (mungkin juga di kota besar lain) kerap terjadi perang harga yang gila-gilaan. Maklum saja, sejak adanya moratorium yang melarang government rapat di hotel (yang kemudian peraturan ini dicabut) penurunan hotel melorot sampai 70%. Sekarang, sejak peraturan dicabut, yang ada malah perang harga semena-mena. Dan, Aria Centra Hotel malah dengan gagahnya buka di saat perang berlangsung.

Anyway, di antara fasilitas yang ada, favorit saya adalah restoran dan lobby. Bawaannya lapaaar melulu soalnya, hahaha.

Tapi, nggak. Itu karena dua tempat tadi memang instagrammable banget. Difoto dari sudut mana saja bagus. Nggak percaya? Let picture talking :p.

Coffee shop

Lobby   

Jadi, menurut kalian, dengan fasilitas di atas, Aria Centra Hotel Surabaya layak dijadikan pilihan menginap untuk urusan bisnis di kota Jancukan, kan? Kalau saya bilang, layak banget, soalnya pingin nyicipin Sweet Corn Soupnya lagi!

Waiting room

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…