Skip to main content

Lezatnya Oling Kuah Pedas Khas Banyuwangi



Kurang lengkap rasanya kalau jalan-jalan nggak mampir buat wisata kuliner. Nah, di Banyuwangi ada satu kuliner unik yang tempatnya rekomen banget. Namanya, Pondok Indah Resto yang ada di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tempatnya ada di tengah hutan di jalan menuju Kawah Ijen.



Kali pertama masuk tempat ini langsung semringah. Beneran hutan dengan dekorasi interior kekayuan yang homey. Banyak menu yang disajikan dengan harga ramah di kantong.

Sebelum seperti sekarang, dulunya, resto ini identik dengan tempat mesum pasangan-pasangan. Tapi, ketika dibuka kembali dengan konsep berbeda pada 2013, resto ini justru menyuguhkan keunikan lain.



Berkonsep family resto, untuk mencicipi menu yang ada, harus banget reservasi sebelumnya. Ini dilakukan agar pelanggan nggak ngerasa terlalu lama menunggu makanan dimasak. Lalu, dilarang datang berdua, agar kesan mesum tidak kembali timbul.



Salah satu menu andalan yang saya coba adalah Oling Kuah Pedas, Nasi Bakar Pedo, dan Green Diamond Lime.

Oling adalah sejenis belut, karnivora, dengan ukuran tubuh yang lebih besar dan banyak ditemukan di perairan tawar. Oling banyak ditemukan di Banyuwangi. Kuah pedas yang disajikan merupakan kuah santan yang (nggak terlalu) pedas. Lalu Nasi Bakar Pedo adalah nasi bakar diisi dengan ikan asin (yang sumprit asin banget buat saya). Sedangkan Green Diamond Lime adalah campuran mentimun, jeruk, sirup jeruk, dan es yang seger geela~~.





Dari makanan yang disajikan, saya paling cocok dengan Oling Kuah Pedas. Rasanya pas antara manis, gurih, dan pedas meski nggak begitu pedas. Cita rasa pedas menonjolkan kuliner khas Jawa Timur.

Jadi, sempetin yaa kalau ke Banyuwangi mampir ke Pondok Indah Resto. Harganya murah, rasanya mayan kok.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…