Skip to main content

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali


Peta Pulau Bali

Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground Zero

Kereta melaju dan saya mengantuk. Sambil main-main sosial media, saya cek aplikasi travel agent yang ternyata... harga hostel di menit-menit terakhir makin mahal. Hahaha, saya salah strategi.

Kalau biasanya saya suka iseng ngecek harga tiket pesawat murah, maka harga hostel, hotel, atau tempat menginap apapun ternyata makin mahal ketika mendekati last minutes.

Pilihan saya akhirnya jatuh pada CX Hostel Ground Zero yang bersebelahan persis dengan Monumen Bom Bali. Alasannya, bersih, strategis, paling murah dibandingkan mix hostel lain, dan sudah termasuk sarapan. Jadi, kenyamanan perut terjaminlah.


Kamar CX Hostel Ground Zero

Kala itu saya berpikir, masa iya, sih, nggak ada online travel agent yang menawarkan fasilitas diskon murah untuk menginap di hotel di menit-menit terakhir? Kan, lumayan kalau ada fasilitas begitu. Menyelamatkan nasib backpacker kere yang nggak jelas juntrungnya semacam saya begini, hehe.

Tapi ternyata Tuhan menjawab doa backpacker amatir nan kere ini.

Terhitung sejak sebulan lalu, online travel agent Tiket.com punya fasilitas menyelamatkan nasib orang-orang seperti saya. Namanya Last Minutes Hotels Deal! Wooh, bagaikan dapat guyuran air di tengah padang pasir. Lega banget rasanya pas tahu tiket.com melaunching program baru itu. Artinya, saya nggak perlu susah nyari penginapan jauh-jauh hari demi dapat harga murah.


Sunset cantik Pantai Batu Belig

Mending mepet. Apalagi semakin mepet diskon yang digelontorkan semakin besar. Antara 25-70%! Duh, Gusti... ini bukan lagi menyelamatkan, tapi menyegarkan kantong jua.

Saya pikir, aplikasi semacam ini bakal banyak diminati oleh orang-orang yang suka menghilang tiba-tiba tanpa rencana. Habis kece, sih. Oh ya, jangan lupa download aplikasi Tiket.com di *200*266# yaa buat memudahkan pemesanan hotel yang murah meriah hore. Selamat berlibur!

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…