Monday, May 9, 2016

Terapung-apung di Rumah Apung Bangsring Banyuwangi



Ada satu tempat wisata baru di Banyuwangi. Nggak baru amat, sih. Sekira Desember 2014 lalu baru didirikan. Tepatnya di Dusun Bengkak, Desa Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi yaitu Rumah Apung Bangsring.



Namanya juga rumah apung, jelas sudah letaknya tidak di daratan. Ada di tengah Selat Bali yang bisa ditempuh dengan menggunakan kapal nelayan atau jukung nggak sampai sepuluh menit Biasanya pengelola wisata membandrolnya satu paket dengan Pulau Tabuhan sebesar 450 ribu rupiah perkapal isi 10 orang.



Dulunya, rumah apung merupakan keramba jaring apung (KJA) berisi penangkaran lobster milik nelayan setempat. Tetapi, sejak adanya aturan Kementrian Kelautan tahun 2015 tentang batasan penangkapan lobster dan rajungan otomatis menurunkan omset nelayan secara besar-besaran. Mereka pun memilih untuk menangkarkan hiu sirip hitam, penyu, dan ikan hias. Agak sebelah selatan, ada penangkaran terumbu karang atas inisiatif warga setempat yang tahu pentingnya wisata dapat memutar perekonomian. Itu juga yang menjadi alasan nelayan Bangsring menjadi salah satu pelopor tour travel perahu wisata.



Di Rumah Apung Bangsring, kalian bisa banget ikut berenang di KJA. Kabarnya hiunya sudah jinak. Lapar pun mereka cukup tahu diri dengan makan ikan-ikan yang ukurannya lebih kecil darinya.

Menurut saya, Rumah Apung Bangsring lumayan banget jadi tempat wisata air. Kalau mau hemat, nggak usah sewa perahu. Cukup sewa 1 set snorkle senilai 30 ribu rupiah dan berenang menuju Rumah Apung Bangsring.



Kenapa saya sarankan begitu? Satu jaraknya amat dekat. Dua hemat biaya. Tiga iseng-iseng sekalian main air. Sepakat?

Kalau bisa murah dan bis hura-hura kenapa nggak? Ya, nggak? *ditendang:)))*

Post a Comment