Skip to main content

Mengenal Varietas Anggrek di Kota Batu

Siapa yang tak kenal Kota Wisata Batu? Sebuah kota kecil di Jawa Timur yang bertransformasi gila-gilaan dari sektor pariwisata. Pengelolaan yang diupgrade tidak main-main. Kentara sekali jika dibandingkan dengan Batu di masa kecil saya. Jauh berbeda.

Tapi Batu bukan sekadar wahana wisata yang begitu-begitu saja, yang monoton buat jejeritan, ataupun buat foto-foto hore. Ada satu tempat yang nggak kalah menarik buat dikunjungi. Adalah kebun anggrek.



Berani bertaruh, daerah wisata yang ada di dataran tinggi pasti identik dengan penghasil bunga potong dan bunga-bungaan lain. Nah, di Batu ada beberapa kebun anggrek yang bisa banget kalian kunjungi kalau sedang main-main di sini.

Salah satu kebun yang saya kunjungi adalah milik Mas Dedek dari Dede Orchid di daerah Areng-areng, Dadaprejo. Sebetulnya, tujuan saya ke Mas Dedek hanya satu: mencari bahan untuk penelitian. Tapi ternyata, ngobrolin anggrek seru juga. Dan nagih. Di luat dari penelitian, tentunya.



Beberapa kali saya berkunjung ke kebun Mas Dedek. Terakhir, bulan lalu saya main-main ke sana bareng bungsu. Pas macet-macetnya Batu. Pas mengajari bungsu buat jalan-jalan luar kota pakai angkot. Pas dia bete kecapekan. Duh, maafkan...

Jadi, Mas Dedek ini bukan lulusan pertanian atau pun biologi (yang kacrut dan nggak banget) seperti saya. Mas Dedek ini cuma senang main-main sama tumbuhan. Dia sendiri lulusan FIA Brawijaya--yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan tanaman.





Tapi Mas Dedek enjoy. Dari tahun 2007, bermodal nekat, berbekal 25 ribu rupiah sebagai modal, beliau mulai menjual anggrek. Berkenalan dengan kolektor anggrek yang ada di Jawa Timur, bahkan luar provinsi. Lalu membuka kebun perlahan-perlahan.

Kini, hampir sepuluh tahum berjalan, koleksinya sudah mencapai 700 spesies anggrek baru! Jeng jeng jeng. Banyak ya? Katanya, sih, segitu belum banyak dan nggak ada apa-apanya.





Buanyak banget jenis anggrek yang ada di kebun Mas Dedek ini. Mulai dari Dendrobium, Phalaeonopsis, Vanda, Paraphal, dan masih banyak lagi. Banyak juga hobbies yang bermain-main di sini, mencari spesies anggrek silangan yang jumlahnya terbatas, bunganya bagus, dan tiada dua. Harganya? Pintar-pintarlah berkomunikasi kalau ingin dapat koleksi menarik yang nggak ada dimana-mana dan harganya relatif miring.



Jadi, Batu bukan soal wisata yang itu-itu saja. Tapi juga ekowisata yang bisa menambah wawasan kalian. Selamat berlibur!

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…