Friday, June 17, 2016

Mengenal Varietas Anggrek di Kota Batu

Siapa yang tak kenal Kota Wisata Batu? Sebuah kota kecil di Jawa Timur yang bertransformasi gila-gilaan dari sektor pariwisata. Pengelolaan yang diupgrade tidak main-main. Kentara sekali jika dibandingkan dengan Batu di masa kecil saya. Jauh berbeda.

Tapi Batu bukan sekadar wahana wisata yang begitu-begitu saja, yang monoton buat jejeritan, ataupun buat foto-foto hore. Ada satu tempat yang nggak kalah menarik buat dikunjungi. Adalah kebun anggrek.



Berani bertaruh, daerah wisata yang ada di dataran tinggi pasti identik dengan penghasil bunga potong dan bunga-bungaan lain. Nah, di Batu ada beberapa kebun anggrek yang bisa banget kalian kunjungi kalau sedang main-main di sini.

Salah satu kebun yang saya kunjungi adalah milik Mas Dedek dari Dede Orchid di daerah Areng-areng, Dadaprejo. Sebetulnya, tujuan saya ke Mas Dedek hanya satu: mencari bahan untuk penelitian. Tapi ternyata, ngobrolin anggrek seru juga. Dan nagih. Di luat dari penelitian, tentunya.



Beberapa kali saya berkunjung ke kebun Mas Dedek. Terakhir, bulan lalu saya main-main ke sana bareng bungsu. Pas macet-macetnya Batu. Pas mengajari bungsu buat jalan-jalan luar kota pakai angkot. Pas dia bete kecapekan. Duh, maafkan...

Jadi, Mas Dedek ini bukan lulusan pertanian atau pun biologi (yang kacrut dan nggak banget) seperti saya. Mas Dedek ini cuma senang main-main sama tumbuhan. Dia sendiri lulusan FIA Brawijaya--yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan tanaman.





Tapi Mas Dedek enjoy. Dari tahun 2007, bermodal nekat, berbekal 25 ribu rupiah sebagai modal, beliau mulai menjual anggrek. Berkenalan dengan kolektor anggrek yang ada di Jawa Timur, bahkan luar provinsi. Lalu membuka kebun perlahan-perlahan.

Kini, hampir sepuluh tahum berjalan, koleksinya sudah mencapai 700 spesies anggrek baru! Jeng jeng jeng. Banyak ya? Katanya, sih, segitu belum banyak dan nggak ada apa-apanya.





Buanyak banget jenis anggrek yang ada di kebun Mas Dedek ini. Mulai dari Dendrobium, Phalaeonopsis, Vanda, Paraphal, dan masih banyak lagi. Banyak juga hobbies yang bermain-main di sini, mencari spesies anggrek silangan yang jumlahnya terbatas, bunganya bagus, dan tiada dua. Harganya? Pintar-pintarlah berkomunikasi kalau ingin dapat koleksi menarik yang nggak ada dimana-mana dan harganya relatif miring.



Jadi, Batu bukan soal wisata yang itu-itu saja. Tapi juga ekowisata yang bisa menambah wawasan kalian. Selamat berlibur!

Post a Comment