Monday, July 4, 2016

In All Between Hujan dan Langit



Untuk malam yang beranjak tinggi
Menggantikan senja sebagai jeda
Antara waktu yang perlahan pergi
Menyisakan sedikit asa

Untuk kamu, Hujan
Yang datang menghapus luka
Meramu kenangan pada angan
Yang menghilang terseka tak seketika

Untuk kamu, Langit
Pengganti Hujan
Menawarkan sejuta rasa legit
Bersama gula-gula awan

Tapi langit tidak sendiri. Dia datang berarakan. Namun dia selalu biru. Menyiratkan kesetiaan.

Aku pernah suka hujan. Namun kini tidak lagi.

Langit pernah bertutur. Hujan hanya soal jeda waktu. Yang tidak selamanya ada.

Pun hujan pernah berkata, "aku hanyalah bagian dari kenangan, yang hilang tertelan zaman, yang kembali hanya pada angan-angan, yang tidak pernah abadi dalam dekapan."

Sementara langit tertawa, masygul. Menyisakan rona biru pada pipinya. Merasa menang.

Padahal satu yang tak dia tahu, waktu terus berputar. Langit tak lagi selalu biru. Setia hanya soal waktu.
Post a Comment