Saturday, July 23, 2016

Narsis di Jalan Gula Surabaya

Jalan Gula yang lavvas


"Tik, tahu tempat oldiest yang bagus buat foto-foto, nggak?"

Seorang teman berkirim pesan beberapa waktu lalu. Saya yang saat itu hanya mengagumi foto-foto bangunan usang langsung menjawab, 

“Ada! Jalan Gula. Daerah Utara, deket Kya-Kya.”

Padahal kala itu saya nggak ngerti bentuknya Jalan Gula seperti apa, hahaha. Yaaa, namanya juga modal baca majalah biar nggak keliatan bego :)))).

Lalu, ketika saya mulai tertarik dengan fotografi, seorang kawan Plurker mengajak motret ke Jalan Gula. Ihhh, siapa yang menolak? *mureee*

1, 2, 3, dor!

Awalnya, kami janjian untuk jalan ke Tugu Pahlawan buat motret apa aja. Lalu beralih ke Jalan Gula. Ternyata oh ternyata, Jalan Gula itu berdekatan dengan Jalan Coklat letak dari Rumah Abu keluarga Han dan dekat sekali dengan stasiun Semut. Yaaah, saya, sih, tahu daerah situ. Cuma nggak ngeh aja kalau ada sebuah jalan yang amat sederhana.

Gopel dimana-mana

Jalan Gula hanya berupa lorong panjang dengan bangunan rumah rusak, berdinding usang. Catnya mengelupas. Daun jendelanya tak beraturan. Kusen pintunya tak begitu layak, penuh vandalisme. Tangga yang menghubungkan dengan lantai atas sudah ditutup. Terlarang karena usia, kabarnya. 

Di bagian ujung lain Jalan Gula, ada komplek pertokoan milik orang Cina. Yaa, maklum saja daerah Utara lekat dengan pedagang asal Tiongkok. Nggak heran juga jika kawasan ini disebut dengan pecinan.

Pintu dan dan jendela usang

Di ujung jalan masuk, ada seorang kakek dengan gurat-gurat lesu di wajahnya. Mengharap kasih siapa saja yang lewat dan memotret di sana. Kakek tidak meminta-minta, tetapi menyewakan sepeda lapuk yang biasa digunakan untuk properti foto. Bayarnya seikhlasnya. Sementara di bagian lain, terdapat kakek lain yang juga menyediakan sepeda lavvas untuk disewakan.

Sepeda disewakan seikhlasnya

Saya tidak tahu pastinya sejak kapan, tetapi dari zaman saya SMP (which is sudah bertahun-tahun lalu :p) sering sekali mendengar Jalan Gula tempat pas untuk foto angkatan dan prewedding karena tempatnya vintage-vintage alias lavvas, gitu.

Pas saya ke sana, ada segerombolan remaja yang foto-foto hore dan tentu saja menyewa properti demi menunjang hasil foto tjiamik. Dan langsung minta dipotretin begitu saya keliatan nganggur. Bocaaah! :)))).

Dedek emesh :))

Oh ya, Jalan Gula akan ramai setiap weekend dan musim kenaikan kelas. Jadi, kalau mau sepi, yaa motretnya jangan pas hari-hari itu.

Kalau buat saya, Jalan Gula ini mayanlah buat foto-foto. Tapi, karena terlalu mainstream, jadi ya biasa aja. Tapi yang penting, saya sudah pernah ke Jalan Gula setelah bertahun-tahun lalu hanya tahu lewat majalah dan koran, HAHAHA! 

 
Mau foto? Bayar!
Post a Comment