Skip to main content

Tersesat di Taman Labirin Batu



Wisata Batu benar-benar tidak ada habisnya. Kenyang dengan wisata buatan atau berbagai wahana permainan, wisatawan bisa mencoba alternatif wisata alam. Namanya Taman Labirin.

Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dengan Taman Labirin yang ada di Coban Rondo, Pujon, Batu ini. Tetapi, belakangan ternyata cukup ngehits di kalangan anak muda yang pingin hits. Termasuk saya?

Ya, nggak juga, sih :p.



Saat saya ke sana, cukup banyak anak muda yang datang untuk foto-foto eksis. Hanya saja saya pikir, keeksisan labirin ini belum mendunia jika dilihat dari jumlah pengunjung yang tak sampai seratus biji.

Biaya masuk Taman Labirin 10.000 rupiah. Pada dasarnya, Taman Labirin di sini layaknya labirin-labirin lain di beberapa tempat yang pernah ada. Perdu yang dibentuk menyerupai lorong-lorong dengan blok-blok tertentu. Di tengahnya ada air mancur kecil sebagai hiasan. Di tempat ini juga ada menara pandang yang sangat memungkinkan bagi kita semua untuk wefie :)). Juga melihat bentuk labirin yang ada.



Dibandingkan dengan yang ada di Bogor (atau Bandung? Saya nggak ngerti juga) seperti yang dishare teman, labirin di sini nggak ada apa-apanya. Lumayan kecil tapi bagi saya tetep seru. Seru kalau ramai-ramai. Kalau sendirian yaa, wallahu a'lam bisshowab, haha.

Nggak butuh waktu lama buat menyelesaikan rute. Sekira 15-20 menit saja. Yang bikin lama cuma foto-foto, bikin video, gosip, dan memang sengaja jalan lambat. Kalau nggak mau capek, bisa banget, loh, naik segway dengan harga 30.000 rupiah buat keliling lintasan labirin.




Di komplek labirin, bisa banget nyobain permainan lain seperti panahan dan paint ball yang semuanya ala-ala. Harganya murah meriah, cuma 5.000 rupiah untuk lima anak panah. Saya yang beberapa waktu lalu mencari tempat kursus memanah (hati) pun langsung tertarik. Ya kali, meski ala-ala yang penting sudah pernah pegang busur dan anak panahnya :)).



Secara keseluruhan, di komplek Taman Labirin ini amat sederhana. Karena beberapa wahana lain yang ada; seperti panahan, paint ball, dan permainan anak semuanya standar. Tapiiiii, saya senang bisa mampir ke sini karena akhirnya saya bisa cengengesan hore menikmati flash trip yang nggak pernah direncanakan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…