Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2016

Nongkrong Cantik di Gunung Nona Enrekang

Gunung Nona di Enrekang
Nggak, nggak, saya nggak mendaki. Nyali saya belum begitu besar buat menaklukkan gunung. Tentu saja, saya juga masih mikir berkali-kali menariknya gunung—yang bagi teman-teman saya jauh lebih menantang daripada pantai—ini dimana. Bayangpun setelah didaki penuh peluh lalu turun. Kan, capek...
Jadi, sebagai alternatif biar nggak capek tapi seolah-olah ngerasain pernah naik gunung, saya dan sembilan teman memilih menghabiskan waktu sore di Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. ini atas usul Pak Aksan, sopier elf kami.

Di sana-sini pohon
Selepas pulang dari Tana Toraja, Pak Aksan memilih jalur Enrekang untuk menuju Bulukumba—yang waktu tempuhnya selama 14 jam! HAHAHA, saya masih nggak habis pikir dengan hal ini. Saya yang bikin itinerary tentu harus terima keadaan terombang-ambing di jalan selama empat hari empat malam. Apa kabar pantat? Mati rasa! :)))
Sebenarnya, nongkrong cantik di Gunung Nona ini sama banget dengan di Payung, Batu; Tretes; Cemoro S…

Wisata Murah Bareng Keluarga di Tlogo Ngebel Ponorogo

Nyiur melambai
Selamat berakhir pekaaan! Ada agenda kemana weekend ini? Kalau belum ada, bisa banget dicoba untuk piknik bareng keluarga ke Tlogo Ngebel, Ponorogo, seperti yang saya dan keluarga lakukan.

Awalnya, kami sekeluarga hanya berniat untuk menghabiskan waktu ke Pacitan. Tapi, karena Pacitan penuh sesak, akhirnya kami putuskan untuk pindah kota ke Ponorogo setelah meningap sehari di tengah kota Pacitan.
Sawah 
Perjalanan dari Pacitan ke Ponorogo didominasi oleh hijaunya pepohonan dan jalanan mulus berkelok-kelok. Masih banyak persawahan di tepi jalan—yang jelas nggak ada di Surabaya. Oh ya, jalanan dari dua kabupaten ini juga didominasi oleh tebing-tebing berbatu besar. Pasti tahu, kan, kalau Pacitan-Ponorogo ini salah satu sentra penghasil batu (katakanlah akik) di Jawa Timur? Pasti tahu juga, kan, kalau di kedua wilayah ini juga beberapa kali jadi bahan pemberitaan karena adanya longsor? Tapi, semua ragu dan ketakutan itu sirnah ketika tahu kalau Ponorogo ternyata sejuk, din…

Coban Sewu: Keindahan di Batas Malang dan Lumajang

Air Terjun Tumpak Sewu (taken by: Har)
Jumat menjelang subuh saya langsung berkemas seusai berkirim pesan dengan Har beberapa menit sebelumnya. Pagi itu, saya memutuskan untuk pergi ke Lumajang, bermain ke Air Terjun Coban Sewu (artinya: banyak air terjun) atau banyak orang juga menyebutnya sebagai Air Terjun Tumpak Sewu. Tanpa banyak wacana dan rencana. Begitulah biasanya jika saya akan jalan dengan Har—maupun Navis. Saya lebih menyukai pergerakan yang spontan, impulsif begitu. Beda sekali dengan teman-teman kebanyakan—yang banyak wacana tapi nol ekskusi. But wait, meski begitu kalian masih teman-temanku kok :))).
Seger, Gan...
Saya pergi ke Lumajang dengan bus seusai mengantarkan Tita sekolah. Namanya juga one day trip dengan orang yang sudah tahu kebiasaan masing-masing. Jadi, saya nggak perlu pusing memikirkan itinerary. Toh, selama ini saya juga jarang banget bikin itinerary kalau cuma jalan sehari. Yang penting sampai tujuan. No matter what happened inside, just make it happen,  …

[VIDEO] Backpacking to Batu Caves Malaysia

Pergi ke Malaysia rasanya kurang lengkap jika tidak mampir ke Batu Caves yang ada di distrik Gombak, Selangor, Malaysia. Sebab di sana ada sebuah kuil pemujaan umat Hindu dengan patung Dewa Murugan tertinggi di dunia. Untuk masuk ke Batu Caves harus berpakaian sopan atau menyewa kain seharga RM 5 sebagai jaminan. Uang ini nantinya dikembalikan hanya RM 3. Ya, sama kayak bayar RM 2, kan, yaaa :))!

Oh yaa, kalau mau ke Batu Caves, bisa banget naik LRT dari Pasar Seni turun ke Stasiun Putra Gombak lalu dilanjutkan dengan naik bus gratis dengan tulisan Go Genting! Atau kalau nggak mau kelamaan nunggu bus, bisa banget naik Uber dengan biaya RM 10. Masuk sini gratis, loh!

Videographer: Atiqoh Hasan
Editor: Robert

Backpacking 4 Hari di Malaysia Cuma Sejuta!

Petronas di atas pukul 00:00 lampu dipadamkan
Judulnya lebay? Yaa enggak. Itu masuk akal banget. Soalnya, apa-apa di Malaysia itu murah. Coba cek, deh, apakah saya yang jadi satu-satunya orang nggembel di Malaysia dengan bujet sejuta selama empat hari. Enggak bangeeet! Malah banyak yang habis di bawah sejuta, kayaknya.
Jadi, di trip kali ini saya sengaja memilih Malaysia untuk merayakan bulan kelahiran. Alasannya, biar pernah ke luar negeri dan ngetes ngomong bahasa linggis. Nggak semua orang Malaysia berbahasa melayu, btw.
Tujuan saya selama empat hari ke Johor Bahru, Malaka, dan Kuala Lumpur. Penginapan sudah dipesan sebulan sebelumnya via Booking.com dan Traveloka bayar belakangan.
Selama di Johor, saya berpencar dengan Mbak Pupung karena tujuannya sudah jelas beda jauh. Dia mau ke Legoland (yang sumpah mahal banget buat kantong saat ini) sedangkan saya mau city tour aja di sekitar JB Sentral. Modal kaki doang, hahaha. Window shopping mal to mal :)).
DAY I (JOHOR BAHRU) -1.Sampai …