Skip to main content

Mengintip Serunya Pameran Buku Big Bad Wolf 2016



"Bin..."

Saya menarik napas dalam-dalam begitu memasuki hall JX International Expo siang tadi. Betapa tidak? Ribuan (atau mungkin ratusan ribu?) judul buku tersusun rapi di hadapan saya. Anjir... saya mengutuk diri sendiri saking terpesonanya dengan tumpukan buku di depan mata.

Gila, ini buku beneran semua. Lutut lemas memastikan kalau saya tidak berada di alam mimpi.



Yep, ini adalah pengalaman pertama saya masuk ke pameran buku Big Bad Wolf yang memang baru kali pertama diadakan di Surabaya. Biasanya, saya ke pameran buku tahunan yang biasa-biasa saja. Nggak seekstrem begini buku-bukunya. Respon saya juga nggak seheboh siang tadi pas curi-curi waktu buat mampir ke pameran.

Saya terpesona, Ya Tuhan... Alay banget, kan?

Jadi, di pameran BBW2016 ini buanyaaak banget buku internasional dan lokal yang dijual dengan harga supermiring. Saya aja nyaris kalap buat belanja. Tapi, karena saya diburu waktu buat kerjaan berikutnya, jadinya yaa cuma sekilas lalu lihat sana-sini.



Di BBW2016 ini buku-bukunya asli semua. Hahaha, ya iyalah, menurut lo? Harga untuk buku internasional juga miring syalala-lala. Mulai dari 30 ribu rupiah sampai 100 ribu rupiah saja. Itu pun yang ratusan ribu jarang banget. Kebanyakan di range 45-70 ribu rupiah saja. Bandingkan kalau belanja di Periplus, mana ada harga buku Eng Sub seharga segitu.

Nggak biasa baca buku Eng Sub? Ada buku lokal dari Mizan yang nggak kalah murah harganya. Mulai dari 5 ribu rupiah sampai 25 ribu rupiah saja. Murah? Biasa aja, sih, buat saya.



Yang saya herankan, kenapa Gram nggak pernah ikut pameran buku kayak gini, sih? Hahaha, ya menurut lo? Perusahaan kapitalis mana yang mau banting harga gila-gilaan walaupun masih dapat margin tipis kecuali kalau cuci gudang? :p

TIPS: karena BBW2016 dibuka dari jam 9 pagi, sebaiknya kalau ke sini pas jam-jam sepi saja. Sekira jam 9-12 gitu. Dijamin sepi! Oh ya, sebaiknya pembayaran dilakukan dengan debet atau kredit ya, karena kasir untuk cash cuma dua biji dan antrenya naudzubillah. Pembayaran cash cuma diterima kalau belanja di bawah 150 ribu rupiah, sih. Sisanya pakai e-money. Benar-benar Gerakan Nasional Non Tunai digalakkan ini.



Meski cuma datang selama 30 menit, saya senang sekali merasakan atmosfer para pecinta buku di sini. Apalagi pas bagian ngeliat eksmud-eksmud pakai baju kerja rapi pilih-pilih buku banyak-banyak. Rasanya pingin gondol satu atau bagian ngeliatin ayah muda rapi jali yang gandeng anaknya buat pilih buku *mimisan*.

Saking serunya pameran ini, saya sampai ternganga melihat pengunjung yang bawa koper buat ngeborong buku. Totalitas tanpa batas beneran.





Well, pameran BBW2016 ini dibuka untuk umum mulai 20-31 Oktober di JX International. Pameran dibuka 24 jam penuh!! Gila, kan? (Kalau hari ini (preview sale) cuma dibuka dari jam 9-15 saja). Untuk masuk sini GRATIS!

Last but not least, kalau capek buat belanja buku, bisa banget jajan makan dan minum di tribun. Soalnya bakal ada CHOCOREETO yang bakal meredakan dahaga kaliaan! CHOCOREETO juga dijual bundling dengan SWIWI GEMOL dengan harga lebih murah. Menarik, kaaan? Buruan ke BBW2016 yaaa biar nggak penasaran! :)))

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…