Wednesday, November 2, 2016

Pantai Talise: Pantai Bening di Pusat Kota Palu


Pantai Talise di Teluk Palu

Jalan-jalan ke Indonesia bagian timur memang nggak ada matinya. Gimana enggak, kalau panorama alamnya ciamik soro? Yaa, kecuali kalau kalian hanya punya waktu empat hari pergi ke Palu, Sulawesi Tengah, dalam rangka bekerja kayak saya. Itu bakal beda lagi.

Bayangin saja, empat hari main-main ke Sulawesi Tengah. Kebayanglah gimana cantiknya pantai berair jernih kebiruan, berpasir putih, langit biru dengan gumpalan awan putih menenangkan. Belum lagi semilir angin bertiup menggelitik. Ah, heaven!

Tapi itu kalau kalian memang niat berlibur nggak kayak saya, haha.

But wait, meski begitu, nggak usah khawatir kalau kalian memiliki nasib yang sama dengan saya. Sebab, kalian masih sangat bisa menikmati pantai yang nggak kalah cantiknya untuk dinikmati.

Pantai Talise di tengah kota Palu

Tepatnya di Teluk Palu, Pantai Talise berada.

Letaknya persis di pusat kota Palu. Dekat dari mana-mana. Pas di depan resort tempat saya menginap. Untuk menuju Teluk Palu, kalian bisa melajukan kendaraan dari bandara menuju pusat kota. Baik menggunakan taksi bandara atau taksi argo resmi. Bisa juga dengan pete-pete (saya lupa di Palu menyebut angkot dengan sebutan apa) tapi itu sangat juarang.

Saya yang—nggak tau kenapa bisa cinta mati sama pantai—melihatnya langsung teriak kegirangan! Bayangpun, dengan jadwal kerjaan padat dan kurang sehat, langsung bahagia seketika melihat air. Hahaha, gampang banget bikin saya bahagia begini.

Berenang di tepi Pantai Talise

Jadi, Teluk Palu ini membentang di pusat kota Palu dan dilewati oleh Golden Palu; jembatan kuning ikon khas Palu.

Ya, di sepanjang pusat kota Palu! Makanya, kalau kalian nggak punya waktu untuk jalan-jalan karena alasan pekerjaan, cukup main-main di tepi Pantai Talise. Airnya bening, banyak ikan, dan bisa dipakai untuk berenang! Seriuuus, kalau saya nggak lagi kerja saya bakal ikutan nyemplung ke situ.

Menikmati sunset di tepi Pantai Talise juga bisa. Nggak kalah cantik dengan sunset-sunset lain di pantai yang sepi atau yang mainstream seperti Kuta Bali.

Sunset di Pantai Talise

Uniknya, di Pantai Talise, kalian bisa menikmati sajian makanan khas Palu setiap hari Sabtu dan Minggu pagi. Biasanya penjual berjajar di tepi pantai yang bersisian dengan jalan raya ini. Sementara para pengunjung didominasi oleh warga lokal yang menghabiskan akhir pekan sambil bersantai di tepian. Tepian jalan akan padat dengan mobil dan motor pengunjung.

Padat

Ayo nyemplung!

Di luar akhir pekan, tepian Pantai Talise hanya akan ramai saat senja menjelang. Banyak sekali penjual Pisang Epe (iya, seperti di Pantai Losari Makassar) berjajar di Anjungan Teluk Palu. Sayangnya, kawasan di Teluk Palu ini hanya indah sampai senja tiba saja. Lepas Maghrib, kawasan Palu akan gelap gulita. Lampu penerangan jalan 80 persen mati menyisakan lampu-lampu kendaraan, lampu rumah warga, dan restoran yang ada. Itulah sebabnya, saya tidak dapat berkendara motor saat malam. Petugas hotel tidak mau ambil risiko karena wanita pendatang naik motor dengan kondisi jalanan gelap membahayakan.

Bening

Tidak ada pasir putih di sini. Sebab, Pantai Talise dikelilingi oleh bebatuan yang langsung disemen dengan pembatas jalan. Tapi tak mengapa jika menikmati suasana tepi pantai saja sudah cukup menenangkan. Palu, meski berstatus Ibu Kota Provinsi, jalanannya masih sepi dan jarang macet. Jadi, coba sekali-kali mampir ke mari untuk melihat langsung kecantikannya. 

Pantai Talise untuk keluarga
Post a Comment