Friday, November 25, 2016

Pengalaman Menginap di Bandara Ngurah Rai Bali



"Kita nginap bandara ya? Dua malam. Malam kedatangan dan malam sebelum keberangkatan,"

Sebenarnya, sudah lama sekali saya pengen tidur bandara. Sekadar ingin menikmati sensasinya. Cuma baru kali ini kesampaian. Ternyata, seru juga tidur bandara :))

Ceritanya, saya dan ketiga teman akan pergi ke Nusa Penida. Nah, biar hemat waktu, kami memutuskan untuk menginap di Bandara Ngurah Rai Bali agar bisa sampai tujuan pagi-pagi dan eksplor lebih lama.



Pesawat keberangkatan SUB-DPS pukul 19.45 WIB tapi landing sekira 21.30 WITA. Molor 30 menitan gitu. Tapi bagi saya, semakin lama molor berarti waktu menunggu pagi semakin sempit. Baguslah.

Makin bagus lagi setelah landing kami nggak langsung keluar. Tapi masih foto-foto konyol berlatar tulisan selamat datang di Bali.

YAELAH! Padahal cuma Bali yang sudah dikunjungi berkuali-kuali, ini masih mejeng dan foto-foto di depannya. Biarinlah, kapan lagi foto sambil nenteng helm pascaturun bandara #lmao



Sambil menunggu Mbak Uphe yang berangkat dari Jogja, tujuan selepas landing adalah makan malam. Apa kabar perut bergelambir?

Masih tetap baik-baik saja~~~



Bandara Ngurah Rai semakin malam ternyata makin ramai. Paling tidak, saat kami nongkrong cantik sampai jam 01.00 WITA di Burger King, masih ada rombongan yang baru landing--plus bawa bendera negara kayak di luar negeri gitu #haha

Makin lama bandara memang makin sepi. Tenant-tenant banyak yang sudah tutup. Mata kami pun perlahan mengeluarkan air mata. Ngantuk, Beb.





Kami bergegas menuju musala--yang sebelumnya sudah disurvey bahwa layak untuk dijadikan tempat menginap. Tapi sebenarnya, kalau pun tidak boleh tidur musala, masih bisa banget tidur di kursi luar bandara. Toh, hanya tidur beberapa jam, jadi jangan manja #lol



Atau, kalau kalian nggak mau tidur di kursi luar bandara, bisa banget tidur di kursinya Alfamart/ Indomart. Yaa, yang penting beli sikik-sikiklah. Mereka buka 24 jam penuh. Bisa juga numpang ngecharge di sini.





Tapi ternyata, yang tidur di musala lumayan banyak juga loh. Jadi, nggak perlu khawatir kalau takut diusir diminta pindah. Yang penting jaga barang bawaan kalian. Sambil tidur sambil peluk tas berisi barang berharga.





Oh ya, nggak perlu khawatir juga kalau mau ke toilet, karena toilet buka 24 jam. Di beberapa bandara yang saya tahu, toilet kadang dikunci kalau sudah masuk penerbangan paling akhir. Kalau di Ngurah Rai enggak. Sayangnya, di sini nggak ada shower room kayak di Juanda, Hasanuddin, atau Soekarno Hatta. Jadi kalau bangun tidur cuma bisa wudu, cuci muka, gosok gigi, dan buang air.





Tapi kata petugas kebersihan, kalau mau mandi, bisa di belakang Circle-K asal datang pagi-pagi. Jadi masih bisa mandi tanpa kucing-kucingan karena sepi.

Kenyataannya, kami tetap pada pendirian. Nggak mandi #lol.

Pada akhirnya, Bandara Ngurah Rai enak juga dipakai buat menginap. Wifinya juga kencang semena-mena. Nggak kayak wifi bandara di kota saya--yang bilangnya gratis tapi luwemotnya Subhanallah.

Jadi, mau menginap di Bandara Ngurah Rai? :))))

Post a Comment