Skip to main content

Menikmati Pemandian Air Panas Cangar Batu saat Hujan



Udah masuk liburan akhir tahun, udah punya rencana buat pergi ke suatu tempat belum? Kalau belum, Pemandian Air Panas Cangar, Batu, bisa jadi salah satu pilihan buat menghabiskan waktu bersama keluarga.



Sebenarnya, Cangar, yang masuk ke dalam Tahura R. Soerjo, mainstream abis. Soalnya udah dari jaman dulu banget pemandian ini terkenal. Tapi buat yang belum pernah mampir kayak saya dan keluarga ini, bolehlah dicoba.



Jadi, Cangar ini masuk ke dalam wilayah Batu yang juga sebagai daerah perbatasan dengan Pacet, Mojokerto. Nggak heran nuansanya 11-12 sama Pacet. Berupa pemandian dari sumber belerang yang enak banget dinikmati. Meski hujan deras mengguyur sekaligus.



Sebenarnya, kalau nggak hujan kencang yang gila-gilaan kayak kemarin, Cangar bisa enak banget dinikmati. Soalnya, habis berendam, badan pasti hangat terus. Beda kayak kami kemarin. Habis berendam lama, naik bentar kedinginan, berendam lagi, naik lagi, berendam, naik, mandi hangat, dingin, gitu aja terus sampe jelek. Ujung-ujungnya kedinginan, wong kehujanan:)).



Tapi gak masalah, meski begitu esensi liburan keluarganya dapat. Ya gimana enggak, wong kami sekeluarga menikmati berendam di kolam rame-rame. Ya mulai balapan renang, main kereta-keretaan, balapan gendong-gendongan, sampai balapan paling lama napas. Hujan deras, cuekin aja:)).



Secara kasat mata, Cangar ini serupa pemandian atau kolam yang jadul abis. Soalnya memang bangunannya termasuk lama dan minim perbaikan. Beberapa sudut lantai kolam juga ada yang berlumut antara menunjukkan usinya sudah uzur dan karena daerah lembab.

Ada empat kolam di sini. Satu khusus anak-anak balita, satu kolam sedalam 100 meter, satu kolam lagi sedalam 160 meter, dan satu lagi kolam khusus wanita. Kami memilih berendam di kolam umum sedalam 100 meter.



Untuk masuk ke Cangar murah buanget. Perorang wajib membayar biaya retribusi sebesar 10.500 rupiah sudah termasuk asuransi. Kalau mau ke kolam buat berendam, tiket masuknya 5.000 rupiah saja. Jadi, yang mau berendam monggo, yang mau piknik duduk-duduk santai ya silakan.

Di daerah Cangar, kalian pasti akan menemukan penjual tape ketan lupis--yang bagi keluarga saya selalu endeus. Seporsi tape ketan hitam diberi irisan lupis (jajanan pasar dari ketan yang dibentuk menyerupai lontong) hanya dibanderol 5.000 rupiah saja. Di sini bisa juga dipakai buat berteduh kala hujan.



Selepas renang air hangat, bisa banget dilanjutkan buat makan bakso di depan Cangar. Bakso Malang yang rasanya enak dan murah. Salah satu keuntungan main di tempat-tempat jadul ya begini. Apa-apa serbamurah. Tapi kudu menerima kalau fasumnya di luar ekspektasi. Gitu aja.



At least, liburan akhir tahun kami menyenangkan. Paling nggak, setelah pegel dan kehujanan bisa langsung bobo cantik dan ngerasain jalanan macet kota Malang. Selamat berlibur, Qaqa!

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…