Skip to main content

Merci Beaucoup 2016!

Sudah hampir di penghujung tahun 2016, nih. Ternyata saya beneran belum nikah di tahun ini, hahaha. Crap! Seperti yang sudah-sudah, saya akan menuliskan catatan pendek sepanjang 2016 ini udah ngapain aja, ke mana aja, bareng siapa aja, dan berbuat apa. Pret.

Overall, saya cukup senang dengan tahun ini, gara-garanya cuma satu: berhasil mengakhiri perjuangan berat selama dua tahun terakhir:))). Nggak cuma itu, kayaknya saya juga masih rutin keluyuran nggak jelas setiap bulannya, seperti janji saya pada diri sendiri duluuu. Jadi, kemana aja saya sepanjang 2016 ini?

Januari
Liburan akhir semester saya gunakan untuk pergi ke Sulawesi Selatan. Mulai dari Makassar, Maros, Tana Toraja, Enrekang, sampai Bulukumba. Seru! Karena saya melakukan perjalanan bersama sembilan orang wanita dan satu lelaki. Iseng-iseng sebenarnya dapat rombongan segitu banyak. Karena saya memang pasang iklan di webnya BPI dan responnya Alhamdulillah banyak :)).

Tana Toraja

Februari
Motret bareng Adam ke Jalan Gula. Iseng, sih, sebenarnya. Gara-garanya pas wasapan sama dia ngobrolin kamera, tiba-tiba aja gitu kepikiran buat main ke Jalan Gula yang happening buat prewed dan take foto album wisuda. Nggak cuma ke Jalan Gula, kami juga main ke Tugu Pahlawan. Iseng juga soalnya sama-sama sering banget mampir ke sini, haha.

Jalan Gula

Bulan ini saya sama Ima nyoba buka warung es cokelat. Yaa, cuma karena saya bosan dengan rutinitas, sih. Bosan sama kuliah, kerjaan yang begitu-begitu aja, dan perlu sesuatu yang baru (nikah nggak masuk ke dalam list ini ya, hehe). Maka jadilah saya buka warung Chocoreeto yang dijual di depan Alfamart dekat kantor. Sekarang warungnya vakum sementara dan cuma buka saat pameran :D.

Maret
Saya diajak Pelindo III buat main ke Banjarmasin sehari aja. Ceritanya saya masuk finalis lomba menulis gitu. Jadilah diajak buat jalan-jalan sehari ke Banjarmasin dan akhirnya pecah telor nginjak kaki di tanah Borneo :)). Ngapain aja di sana? Bayangpun, cuma sehari, yaa cuma bisa ke Pasar Apung Lok Baintan, belanja batu-batu di Martapura, trus mampir ke Portnya Pelindo :)).

Liburan ekspres ke Banjarmasin

Bulan Maret ini saya juga iseng banget ngeteng ke Wonosalam bareng Plurker keceh badai asal Balikpapan coret, Mbaqqq. Tujuannya cuma pengen ngerasain durennya Wonosalam mampir ke Kampoeng Djawi :D.

Serba-Jawa di Kampoeng Djawi

April 
Bulan April saya main-main ke Pulau Menjangan, Bali via Pantai Watudodol, Banyuwangi. Judulnya... iseng juga. Nggak ada kerjaan, pusing sama kuliah dan tesis, yaa jelas ngabur solusinya XD.

Biru di Watudodol

Mei  
Sebenarnya saya mau ke Kupang di tanggal cuti bersama di bulan ini. Tiket berangkat sudah didapat. Tapi entah kenapa kok beraaat banget mau berangkat. Nggak tahunya, sepuluh hari sebelum hari-H cuti, saya diajak Kementrian Pariwisata buat ikutan jalan-jalan gratis ke Banyuwangi selama lima hari. Yaa nggak nolaklah. Tiket ke Kupang saya refund, ganti deal dengan ajakan ke Banyuwangi yang memang belum sepenuhnya saya eksplor.

Hey-Ho!

Sebelumnya, saya juga jalan ke Batu dan Malang berdua aja sama si bungsu, Tita, naik turun angkot. Eh, seru juga ternyata main sama bocah yang nggak rewel dan nurut kalau diajak keluyuran, haha. Dekat tapi esensinya dapet. Main ke alun-alun kota Malang, jajan es krim Toko Oen, dan main ke kebun anggrek.

Titut!

Juni
Nggak ada niatan buat pergi kemana-mana sebenarnya. Tapi, ada yang ngajakin buat jalan ke... Batu lagi. Jalan ke Eco Green Park yang emang belum pernah saya datengin. Mayanlah, tipis-tipis.

Ciyeee...

Juli
Lebaran nggak kemana-mana nah, cuma ke... Batu lagi.  Ke rumah Pakde as usual buat sungkeman juga mampir ke Selecta.

Akhir bulan persis, saya sidang tesis yang disusul dengan ngabur ke... Batu lagi. Ngaburnya cuma ke Air Terjun Cuban Rondo, Taman Labirin, BNS, dan Perpus Amin. Saya main bertiga dengan Shabrina dan Binti sewa mobil. Gileee beneran kurang kerjaan, kan? Namanya juga iseng :))).

Sok-sokan manah hati kamuh!

Agustus
Selama bisa memenuhi kebutuhan sendiri, ngapain minta? Buat ngerayaain ulang tahun sendiri, saya menghilang lima hari ke Malaysia berdua bareng Mbak Pupung, teman wawancara WHV. Biar pernah ke luar negeri gitu. Walaupun saya banyak merutuki kebodohan diri sendiri pas sendirian keliling di Johor Bahru XD.

Saya juga main ke Solo dan Jogja. Ke Solo main ke Air Tejun Tawangmangu sedangkan pas di Jogja main ke Museum Ullen Sentalu.

Kawasan Pecinan di Johor Bahru

September
Tiba-tiba ada telpon dari kenalan yang nggak dekat-dekat banget buat ngisi workshop kepenulisan di Palu, Sulawesi Tengah selama empat hari. Nolak? Enggaklah! :)))

Pantai Talise

Bulan ini juga saya wisuda esdua barengan sama adek yang wisuda esatu. Pas wisuda gini saya bingung, saya mau jadi apa habis ini? Semoga segera jadi manten ajalaaah, HAHAHA.

Oktober
Ke Jakarta nyicipin Terminal 3 Ultimate buat ikutan pelatihan khusus jurnalis kece selama empat hari. Ih, saya suka, deh, main ke Jakarta, banyak temennya! Tapi kalau ditawarin buat kerja dan tinggal di sana? No way!:))

Jekardah!

November
Apa kabar, Bali? Buat ngabisin jatah cuti, saya main ke Nusa Penida bareng tiga teman lain. Seruuu dan tolol, hahaha. Saya mengkomando ketiga teman biar bawa helm buat jaga-jaga naik motor selama di Nusa Penida. Means, kami bawa helm digotong-gotong gitu dong! Bayangkan muka kami yang seolah-olah nggak percaya dengan keamanan selama di pesawat. Untung kami nggak bego maksimal, duduk pesawat sambil pakai helm. Tapi, pas landing, helm yang dibawa langsung dipakai dong. HAHAHA

Serunya jalan bareng teman yang emang sama-sama dodol, apa-apa jadi lucu. Mulai turun Grab dikejar tiga anjing sekaligus, dicegat anjing berantem di tengah jalan, sampai ngomen-ngomen nggak penting dan jadi keliatan bego :)). Nggak ketinggalan selama empat hari curhat-curhatan yang bikin hati dan pikiran plong.

Crystal Bay Nusa Penida

Desember
Ke Malang menghabiskan akhir tahun. Quality time bareng keluarga. Tipis-tipis yang penting berfaedah. Tujuannya? Nggak tahu, karena baru besok pagi berangkat :)).

Tapi paling nggak, selain jalan-jalan tipis-tipis, tahun 2016 ini menguras tenaga, pikiran, dan hati banget. Banyak drama yang dilewati, yang nggak cuma bikin stres, tapi juga nyaris edan. But, Alhamdulillaaah, saya masih waras, sehat, sentosa, dan menggemaskan *ditoyor*.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…